Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Sebuah Pengakuan

Dan dialah yang mengajariku hakikat ‘maaf’ dan ‘terimakasih’ yang sebenarnya.


Entahlah sudah berapa lama aku tak meneteskan air mata. Sensasi sesaknya sedikit asing bagiku saat ini. Hatiku terpilin. Aku ingin menangis. Namun air mata ini seperti mengering. Menguap. Dan rasa sesak itu menyeruak semakin dalam. Menggores dinding sanubari. Mengukir lara. Mengunci segenap indra.
Aku bisa melihat dia tersenyum di sana. Dan air mata ini memberontak, ingin keluar dari pesembunyiannya. Namun lagi-lagi seonggok karang menghadang alirannya. Dan aku terdiam di sini.
Kuadu jemariku dengan tuts laptop. Mengadukan apa yang kurasakan. Aku tak peduli diksi atau majas apa pun yang kugunaan. Aku hanya ingin bercerita tentang apa yang kurasa. Tentang dia, seorang wanita. Biarlah ini menjadi rajutan kata tanpa makna. Biarlah ini menjadi sebuah cerita yang sarat akan kehampaan. Karena alunan kalimat ini tak akan pernah mampu melukiskan kesucian jiwanya.
Wanita itu berdiri tegak di sana. Dengan segenap keyaki…

Pelangi Semu -Story for The Night Prince #3

Rintik hujan masih saja menjadi panorama hariku. Alurnya yang selalu sama, masih saja mengajakku mengingat wajah rupawan dirinya. Aku mendesah pelan. Aku lelah dengan semua ini. Dengan ingatan tentang dirinya yang justru semakin nyata. Bayang dirinya hadir tiap aku memejamkan mata. Senyum hangatnya, terasa begitu nyata dan seolah ditujukannya kepadaku. Tiap sentuhannya....... tidak, itu bukan dirinya. Hanya sebuah angan tentang dirinya. Tapi mengapa? Mengapa semua terasa begitu nyata?
Aku lelah. Aku bosan. Aku mulai muak dengan semua ini. Kucoba untuk memejamkan mata. Meninggalkan segalanya. Namun tetap bayangan dirinya yang kudapati singgah di sana. Aku mendengus saat penggalan-penggalan kisah itu hadir. Saat pertama kali kisah itu tercipta, aku melupakan dirinya, hingga kini, aku kembali mengaguminya.

Baiklah, aku menyerah. Nampaknya penggal-penggal senyumnya tetap berusaha menyeruak ke dalam otakku. Baiklah, aku akan mengingatnya.

Mentari baru naik sepenggalan. Kulihat dia berjala…

Malam, Bintang, dan Hujan -Story for The Night Prince #2

Sebuah cerita dari pengagum bintang untuk pangeran malam di tengah rinai hujan......

Mega mendung perlahan mulai bergelayut di sisi-sisi langit, menepikan sinar matahari ke sisi lain. Butiran-butiran air turun dari singgasana terbesarnya. Mengusir kegersangan yang telah bersarang. Aku kembali menyibukkan diri dengan pena dan kertas. Mencari kata yang masih tersisa di otakku, merangkainya, sembari mendengarkan irama hujan yang mendamaikan berbaur dengan raungan mesin kendaraan yang lalu lalang.
Aku menyukai hujan. Namun, tak seperti aku mengagumi bintang. Karena nyatanya, terkadang kerap terdengar keluhan dari bibir ini kala hujan turun. Tak seperti bintang yang selalu membuatku tersenyum saat melihat kehadirannya.
Segurat senyum terbit di bibirku. Ketenangan yang disuguhkan hujan nampaknya ingin mengajakku singgah ke saat itu. Hujan ingin aku mengingatnya kembali. Kala aku tanpa sengaja menatap mata bening itu, dan senyumnya yang begitu menawan yang telah lama tak kupandang merekah di …

The Truth -Story for The Night Prince #1

I'm still here. Waiting for you in the silence. Although I've known that you'll go on and never look me back even for awhile. I don't know why I wanna do it. I wonder why I can wait for you, hope that you'll see me here, whereas I know that you have a special person in your heart. Maybe this is the most foolish thing that I've ever done.
Waiting for you, without any reason. Just standing here and smile, or maybe exactly fake a smile. Hope that you'll look me and understand what I feel. Hope that one day, you will feel what I feel.
For me, look you every day from my side is a happiest moment. When I look your smile, I feel the world stop rotate. Hear your voice, can make me smile all day long.
For you, The Night Prince, Did you know that my special feeling to you hasn't faded? Since I looked you at the first time until now. But, I never wanna you to know it. I'll bury this feeling in my deepest heart. I will lock my heart for everyone. And I'll op…

Hilang

Kupandangi lagi sosok itu. Semakin dalam, pesona itu kian memudar. Tak berbekas, bahkan meninggalkan kebencian yang memuakkan. Aku mengernyit. Mengingat-ingat lagi bagaimana caraku jatuh cinta kepada pemuda yang sekarang tampak menjijikkan di mataku itu.
Kulihat tangannya yang rapuh melepas kaca mata yang menutupi keburukan rupanya. Benda bodoh yang membuatku sempat jatuh hati kepada pemiliknya, tanpa memikirkan apa yang ada di dalam dirinya. Oh, bagaimana bisa? Bahkan sekarang dia benar-benar memuakkan. 
Bagaimana bisa dia melupakan semuanya? Lantas dianggap apa aku ini? Hanya karena sebuah kata yang terlontar dari bibir orang lain, dia mempercayainya begitu saja? 
Aku tersenyum miris. Yang kutahu hatiku tak lagi ada untukknya. Rasa itu mengering dan memudar.

-Untuk seorang pecundang di seberang sana-

Berdiri Sendiri

Mereka menghilang. Tanpa jejak, tanpa bekas. Tak secuil pesan pun ditinggalkan. Sepi kembali merayap, menyusuri relung-relung malam. Kisi-kisi hati ini hanya mampu meratap, saat mereka, anak cucu Adam yang dipercaya untuk selalu ada di sini, pergi begitu saja. Serpihan luka itu kembali hadir. Mencuat tanpa diminta. Jiwa ini seakan kehilangan tempat berpijak. Terasa begitu rapuh dan tak berguna.
Lalu itukah makna dari mereka yang kita banggakan? Yang kita harapkan untuk selalu berdiri sembari mengulurkan tangannya saat kepelikan hidup menerjang? Pantaskah mereka pergi bagai hujan tanpa awan? Pantaskah mereka menghilag saat tak ada lagi kebaikan dari kita yang patut dibanggakan? Atau, lebih pantaskah jika mereka menghilang karena permata baru telah mereka temukan? Saat kita kehilangan cahaya untuk bersinar? Itukah makna kebersamaan yang selama ini diidamkan tiap insan?
Tak perlu kita bertanya pada mereka. Biarlah mereka kehilangan nurani. Biarlah permata baru itu menguasai jiwa raga mer…

NEO (National English Olympiad) 2012

Yap, hari ini gue mau cerita tentang NEO 2012 yang baru aja gue ikuti hari ini tepatnya tanggal 13 Oktober 2012 :O Tapi sebelumnya, gue mau kasih tau dulu apa itu NEO.
NEO atau National English Olympiad adalah lomba Bahasa Inggris berskala Nasional yang diadakan setiap tahunnya oleh HJM Sastra Inggris 'Legato', yang tahun ini mengambil tema 'Let Your Creation Brust'. Nah, yang istimewa dari NEO tahun ini adalah, tahun ini merupakan tahun ke-10 diselenggarakannya NEO.
NEO ini dibagi dalam 2 babak, yaitu preliminary round dan final round. Preliminary round sendiri dibagi menjadi preliminary round 1 dan preliminary round 2. Untuk babak preliminary round, diselenggarakan di masing-masing rayon. Karena Tulungagung, kota tercinta gue, merupakan bagian dari Karisidenan Kediri, maka hari ini gue ngikutin lombanya di STAIN Kediri. Lalu, untuk final round diselenggarakan di UNM (Universitas Negeri Malang).
Nah untuk tahun ini, merupakan tahun kedua gue ikut NEO. Dan pastinya ka…

Writer Block?

Hai blogger, maaf gue udah lama gak muncul hehe XD
Postingan kali ini aja dibuat dengan imajinasi setinggi-tingginya biar bisa nganggep blog ini kek twitter. Soalnya, entah kenapa gue selalu pake bahasa metafora kalo nulis di blog -_-"
Ya sebenernya hari ini gue kepengen curcol~ #plaaak Udah sekitar sebulan keknya gue gak bisa nulis *kalo gue ngomongin nulis di sini, yang gue maksud nulis cerpen ato sejenisnya ya -_-"* Bukan karena tangan gue ilang atau apa *astaghfirullah* tapi gara-gara otak gue yang ngilang *eh* maksudnya ide di otak gue yang ngilang.
Gak tau ada faktor apa, apa mungkin writer block? Atau gara-gara ini lagi musim ulangan?
Ya emang udah lama banget gak mainan kata-kata. Mainan twitter sama blog aja jadi jarang gara-gara ulangan bergelantungan di mana-mana. Tapi... kok masih sempet-sempetnya ada yang mainin hati gue *eh* udah ah males ngomongin masalah hati -_-"
Sebenernya, kalo dipaksa buat nulis sih masih bisa, tapi diksinya itu lho~ sebenernya juga …

Quotes #2

Diambil dari novel "Bulan di Langit Athena"














Hidup adalah pergerakan pasti menuju kefanaan.
Dan, hidup laksana anak-anak ombak.
Dan kekecewaan terbesar adalah mausia yang tak dapat memaknai  nilai seorang ibu.
"Maka, kematian adalah hanya milik mereka yang tak mampu menoreh prestasi apa pun dalam sejarah hidupnya. Padahal, sebenarnya ia telah mati dalam kehidupannya."
"Maut hayalah sesi batasan waktu,"
"Lakukanlah sesuatu sekecil apa pun untuk kebahagiaan umat manusia agar kamu berbeda dengan mereka yang mengalami kematian dalam hidupnya."
Tapi, Tuhan tak pernah main-main dengan ciptaan-Nya.
Cinta adalah dialek ketuhanan. Tuhan bersemayam dalam cinta. Maka dalam keadaan apapun, ketika seseorang menyadari bersemayamnya Tuhan di dalamnya, pasti dia akan bahagia.

Setitik Luka

Setitik Luka By: Nina Kurnia Dewi
Rasa ini kembali hadir, mengisi kisi-kisi kekosongan hati. Membuncahkan sejagad kebahagiaan, namun tetap melejitkan setitik luka kelam dan menyesakkan. Aku menengadah. Luka yang baru saja terkatup itu perlahan kembali terbuka, di kala lentera kebahagiaan baru saja dinyalakan. Masih belum lama. Baru sedetik yang lalu.
Baru saja, ketukan samar itu mampu membuka pintu yang telah lama tertutup. Baru saja, bias tujuh warna kembali hadir setelah cukup lama menghilang. Belum lama, dan mega mendung itu mengalir tak terbendung. Seakan tak berkenan memberikan kesempatan nurani ini menghirup irama kesyahduan.
Sakit, hadir tiba-tiba, menyeruak begitu saja. Diam, tak berkata, kala godam itu meluluhlantakkan rajutan asa.
Tombak-tombak kembali ditikamkan. Samurai-samurai kembali dihunuskan. Dan pedang-pedang itu berhasil menyayat hati terdalam.
Lagi, bintang-bintang itu kembali menjadi saksi gejolak segumpal daging pemegang kendali ini. Ini tentang rasa itu. Rasa yang be…

Quotes #1

If there ever comes a day when we can't be together, keep me in your heart. I'll stay there forever -Winnie the Pooh-

Someday everything will all make perfect sense. So, for now, laugh at the confusion, smile through the tears, and keep remunding yourself that everything happens for a reason.


Good friends are like stars. You don't always see them, but you know they're always there (old saying)



Sometimes I hide all my problems behind my smile.



I just do what I want. I don't care what people are saying.

Do what makes you happy. Be with who makes you smile. Laugh as much as your breathe. Love as long as you live.


Being happy doesn't mean everything's perfect. It means that you decided to look beyound the imperfections.



Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is, not to stop questioning. -Albert Einstein.


I'm just a girl, trying to find a place in this world...


I will wait for you. Until I have no more reason to wait an…

Hanya Sebatas Harapan

Hanya Sebatas Harapan By: Nina Kurnia Dewi

Senyum itu kembali mengembang di bibirku kala kutatap namanya yang terukir di ponselku. Ya, satu pesan kembali kuterima darinya. Tak ada yang istimewa dari isinya. Namun, pengirimnyalah yang selalu membuat hati ini berdebar tak karuan, pemuda itu.
Bukan, dia bukan kekasihku. Dia adalah kakakku. Walaupun tak ada darah serupa yang mengalir di tubuh kami. Baginya, aku adalah adiknya, dan bagiku, dia adalah kakakku. Tempat berbagi suka duka. Tempat berbagi air mata dan tawa.
Ingatanku kembali tertuju pada kala itu. Saat awal mula aku berkenalan dengannya. Senyum manisnya mengembang begitu mempesona kala tangan kokoh itu menjabat tanganku. Suaranya yang merdu menggema, menyebut namanya dan menanyakan namaku. Aku masih ingat bagaimana aku tersipu malu saat dia memujiku. Terlebih lagi, kala dia menanyakan nomor ponselku. Jiwaku seakan terbang ke angkasa, mengelilingi jagad raya. Kebahagiaanku membuncah.
Tidak, aku tidak menyukainya. Aku tidak memiliki pe…

Corat-Coret Si Empunya Blog

Corat-Coret Si Empunya Blog


Haloreadersyang mungkin tanpa sengaja tersesat di blog saya yang berantakan*kokformalginiya* #ehbentarnggak protes kan kalo aku ber-gue-elo? Biar terkesan santai gitu. Yah walaupun gue bukan anakgawl. Izinin deh sekali-kali gue-elo-nan. Lagian di sini gue rasa nggak perlu formalitas.
Okelah, sebenernya gue nggak bakat sama sekali nulis ginian. Postingan ini juga dibuat gara-gara males tiap curhat harus buat laman*see --> Sekedar Curahan Hatiku*. Udah nulisnya susah sepenuh hati, eh malah gak ada yang baca -_- malah pengennya laman itu dihapus semua. Tapi sayang juga. Sepenuh hati tuh, sepenuh hati buatnya*apaandah*
*gamaukebanyakanoke*di sini aku*kokgantiaku?*bakal menyapa kalian yang tersesat di blog penulis amatir ini bukan dengan rangkaian kata-kata dengan rajutan makna di dalamya*puitisbanget-_-*yang biasa gue buat. Karena ya, entah kenapa setelahblogwalkingsana-sini, mondar-mandir, di blog-blog yang gue kunjungi itu isinya nggak monoton seperti punya g…

Surat Dariku

Surat Dariku By: Nina Kurnia Dewi

Hari keenam di awal Agustus 2012
Dari pengagummu yang pengecut....
Hai kau! Apa kabarmu? Baik bukan? Tentu saja kau baik. Gadis itu bersamamu saat ini. Benar bukan? Kau sedang bercanda dan bercengkrama dengannya? Kau sedang tersenyum bersamanya? Aku sudah menduganya.
Lalu bagaimaa kabar gadis yang sedang bersamamu? Aku bisa menjamin dia luar biasa baik. Kau tahu? Dia sudah lama memimpikan untuk bersanding denganmu. Dan kini mimpinya telah terwujud. Aku ikut tersenyum mengetahuinya.
Kau! Pemilik mata sipit dengan kulit putih! Dengarkan aku! Aku benci memohon. Namun kali ini, aku akan melakukannya.
Aku mohon padamu, pergilah dari hidupku. Ajak bayang-bayangmu menghilang ke ujung dunia. Aku tak ingin melihatmu lagi. Sudah cukup kau menggoreskan luka itu di hatiku! Sudah cukup kau membuatku berlinangan air mata! Sudah cukup kau membuatku merintih menahan rasa sakit!
Jangan beri harapan kepadaku jika kau tak akan pernah mewujudkannya. Jangan tersenyum dan bermani…

Segurat Senyum

Segurat Senyum
By: Nina Kurnia Dewi


"Dewi!!" seru Gita yang tengah duduk di sampingku.

"Apa?" tanyaku datar.
"Kak Rio, Wi!! Kak Rio! Dia senyum ke elo!" jawabnya lantang.
Segera kubekap mulutnya. Hal bodoh apa yang tengah terbesit di otanknya hingga berteriak selantang itu di hadapan umum!
"Dia lagi ada di gazebo depan kita!" bisikku tegas.
Gadis berkacamata itu hanya tersenyum tanpa arti. Kembali kufokoskan diriku pada sebuah novel yang berada  di tanaganku.
"Sumpah Wi! Dari tadi dia mandangin lo terus senyum-senyum gitu!" katanya ikut berbisik.
"Apa sih!"
"Liat aja sendiri!"
"Ogah!"
"Serah lo!" kata Gita membungkam mulutku.
Aku mendesah pelan. Kucoba untuk tidak menghiraukan ucapannya.
***
Jantungku seakan kehilangan denyutnya. Otot-ototnya serasa mengeras. Kaku. Tak mampu memompa sel-sel darah. Paru-paruku juga merasakan hal yang sama. Tak lagi bekerja. Nafasku tercekat di tenggorokan. Oh, ayol…

Dalam Diam

Dalam Diam
By: Nina Kurnia Dewi


Aku tersenyum samar melihat senyum yang mengembang di bibir pemuda itu. Senyuman sempurna yang begitu mempesona. Membuncahkan kebahagiaan tiada tara, meski bukan aku yang menciptanya. Tentulah! Memang siapa aku hingga mampu mencipta senyum di bibirnya? Sedang dia tak pernah mengenalku.
Jiwaku tergelitik saat terbesit kata mengenal di otakku. Bagaimana bisa? Menatapku saja begitu jarang dilakukannya. Jika pun dia menatapku, bukan tak mungkin hanya sebuah ketidaksengajaan. Sekali lagi, aku tersenyum. Bukan senyuman bahagia melainkan senyuman dengan sejuta luka.
"Dewi?" alunan suara itu membuyarkan lamunanku.
Aku menoleh. Kudapati seorang gadis berkaca mata berdiri di hadapanku.
"Ya?"
"Temenin ke perpus," rengeknya seperti biasa.
"Yelah! Gue lagi mager Nona Gita!"
Gadis itu mengernyit. Manik matanya mengikuti sorot mataku tertuju.
"Bukan mager. Cuma lagi keasyikan mandangin kakak kelas XII," godanya kemudian…