Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2012

Pelangi Semu -Story for The Night Prince #3

Rintik hujan masih saja menjadi panorama hariku. Alurnya yang selalu sama, masih saja mengajakku mengingat wajah rupawan dirinya. Aku mendesah pelan. Aku lelah dengan semua ini. Dengan ingatan tentang dirinya yang justru semakin nyata. Bayang dirinya hadir tiap aku memejamkan mata. Senyum hangatnya, terasa begitu nyata dan seolah ditujukannya kepadaku. Tiap sentuhannya....... tidak, itu bukan dirinya. Hanya sebuah angan tentang dirinya. Tapi mengapa? Mengapa semua terasa begitu nyata?
Aku lelah. Aku bosan. Aku mulai muak dengan semua ini. Kucoba untuk memejamkan mata. Meninggalkan segalanya. Namun tetap bayangan dirinya yang kudapati singgah di sana. Aku mendengus saat penggalan-penggalan kisah itu hadir. Saat pertama kali kisah itu tercipta, aku melupakan dirinya, hingga kini, aku kembali mengaguminya.

Baiklah, aku menyerah. Nampaknya penggal-penggal senyumnya tetap berusaha menyeruak ke dalam otakku. Baiklah, aku akan mengingatnya.

Mentari baru naik sepenggalan. Kulihat dia berjala…

Malam, Bintang, dan Hujan -Story for The Night Prince #2

Sebuah cerita dari pengagum bintang untuk pangeran malam di tengah rinai hujan......

Mega mendung perlahan mulai bergelayut di sisi-sisi langit, menepikan sinar matahari ke sisi lain. Butiran-butiran air turun dari singgasana terbesarnya. Mengusir kegersangan yang telah bersarang. Aku kembali menyibukkan diri dengan pena dan kertas. Mencari kata yang masih tersisa di otakku, merangkainya, sembari mendengarkan irama hujan yang mendamaikan berbaur dengan raungan mesin kendaraan yang lalu lalang.
Aku menyukai hujan. Namun, tak seperti aku mengagumi bintang. Karena nyatanya, terkadang kerap terdengar keluhan dari bibir ini kala hujan turun. Tak seperti bintang yang selalu membuatku tersenyum saat melihat kehadirannya.
Segurat senyum terbit di bibirku. Ketenangan yang disuguhkan hujan nampaknya ingin mengajakku singgah ke saat itu. Hujan ingin aku mengingatnya kembali. Kala aku tanpa sengaja menatap mata bening itu, dan senyumnya yang begitu menawan yang telah lama tak kupandang merekah di …

The Truth -Story for The Night Prince #1

I'm still here. Waiting for you in the silence. Although I've known that you'll go on and never look me back even for awhile. I don't know why I wanna do it. I wonder why I can wait for you, hope that you'll see me here, whereas I know that you have a special person in your heart. Maybe this is the most foolish thing that I've ever done.
Waiting for you, without any reason. Just standing here and smile, or maybe exactly fake a smile. Hope that you'll look me and understand what I feel. Hope that one day, you will feel what I feel.
For me, look you every day from my side is a happiest moment. When I look your smile, I feel the world stop rotate. Hear your voice, can make me smile all day long.
For you, The Night Prince, Did you know that my special feeling to you hasn't faded? Since I looked you at the first time until now. But, I never wanna you to know it. I'll bury this feeling in my deepest heart. I will lock my heart for everyone. And I'll op…

Hilang

Kupandangi lagi sosok itu. Semakin dalam, pesona itu kian memudar. Tak berbekas, bahkan meninggalkan kebencian yang memuakkan. Aku mengernyit. Mengingat-ingat lagi bagaimana caraku jatuh cinta kepada pemuda yang sekarang tampak menjijikkan di mataku itu.
Kulihat tangannya yang rapuh melepas kaca mata yang menutupi keburukan rupanya. Benda bodoh yang membuatku sempat jatuh hati kepada pemiliknya, tanpa memikirkan apa yang ada di dalam dirinya. Oh, bagaimana bisa? Bahkan sekarang dia benar-benar memuakkan. 
Bagaimana bisa dia melupakan semuanya? Lantas dianggap apa aku ini? Hanya karena sebuah kata yang terlontar dari bibir orang lain, dia mempercayainya begitu saja? 
Aku tersenyum miris. Yang kutahu hatiku tak lagi ada untukknya. Rasa itu mengering dan memudar.

-Untuk seorang pecundang di seberang sana-