Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2012

Hanya Sebatas Harapan

Hanya Sebatas Harapan By: Nina Kurnia Dewi

Senyum itu kembali mengembang di bibirku kala kutatap namanya yang terukir di ponselku. Ya, satu pesan kembali kuterima darinya. Tak ada yang istimewa dari isinya. Namun, pengirimnyalah yang selalu membuat hati ini berdebar tak karuan, pemuda itu.
Bukan, dia bukan kekasihku. Dia adalah kakakku. Walaupun tak ada darah serupa yang mengalir di tubuh kami. Baginya, aku adalah adiknya, dan bagiku, dia adalah kakakku. Tempat berbagi suka duka. Tempat berbagi air mata dan tawa.
Ingatanku kembali tertuju pada kala itu. Saat awal mula aku berkenalan dengannya. Senyum manisnya mengembang begitu mempesona kala tangan kokoh itu menjabat tanganku. Suaranya yang merdu menggema, menyebut namanya dan menanyakan namaku. Aku masih ingat bagaimana aku tersipu malu saat dia memujiku. Terlebih lagi, kala dia menanyakan nomor ponselku. Jiwaku seakan terbang ke angkasa, mengelilingi jagad raya. Kebahagiaanku membuncah.
Tidak, aku tidak menyukainya. Aku tidak memiliki pe…

Corat-Coret Si Empunya Blog

Corat-Coret Si Empunya Blog


Haloreadersyang mungkin tanpa sengaja tersesat di blog saya yang berantakan*kokformalginiya* #ehbentarnggak protes kan kalo aku ber-gue-elo? Biar terkesan santai gitu. Yah walaupun gue bukan anakgawl. Izinin deh sekali-kali gue-elo-nan. Lagian di sini gue rasa nggak perlu formalitas.
Okelah, sebenernya gue nggak bakat sama sekali nulis ginian. Postingan ini juga dibuat gara-gara males tiap curhat harus buat laman*see --> Sekedar Curahan Hatiku*. Udah nulisnya susah sepenuh hati, eh malah gak ada yang baca -_- malah pengennya laman itu dihapus semua. Tapi sayang juga. Sepenuh hati tuh, sepenuh hati buatnya*apaandah*
*gamaukebanyakanoke*di sini aku*kokgantiaku?*bakal menyapa kalian yang tersesat di blog penulis amatir ini bukan dengan rangkaian kata-kata dengan rajutan makna di dalamya*puitisbanget-_-*yang biasa gue buat. Karena ya, entah kenapa setelahblogwalkingsana-sini, mondar-mandir, di blog-blog yang gue kunjungi itu isinya nggak monoton seperti punya g…

Surat Dariku

Surat Dariku By: Nina Kurnia Dewi

Hari keenam di awal Agustus 2012
Dari pengagummu yang pengecut....
Hai kau! Apa kabarmu? Baik bukan? Tentu saja kau baik. Gadis itu bersamamu saat ini. Benar bukan? Kau sedang bercanda dan bercengkrama dengannya? Kau sedang tersenyum bersamanya? Aku sudah menduganya.
Lalu bagaimaa kabar gadis yang sedang bersamamu? Aku bisa menjamin dia luar biasa baik. Kau tahu? Dia sudah lama memimpikan untuk bersanding denganmu. Dan kini mimpinya telah terwujud. Aku ikut tersenyum mengetahuinya.
Kau! Pemilik mata sipit dengan kulit putih! Dengarkan aku! Aku benci memohon. Namun kali ini, aku akan melakukannya.
Aku mohon padamu, pergilah dari hidupku. Ajak bayang-bayangmu menghilang ke ujung dunia. Aku tak ingin melihatmu lagi. Sudah cukup kau menggoreskan luka itu di hatiku! Sudah cukup kau membuatku berlinangan air mata! Sudah cukup kau membuatku merintih menahan rasa sakit!
Jangan beri harapan kepadaku jika kau tak akan pernah mewujudkannya. Jangan tersenyum dan bermani…

Segurat Senyum

Segurat Senyum
By: Nina Kurnia Dewi


"Dewi!!" seru Gita yang tengah duduk di sampingku.

"Apa?" tanyaku datar.
"Kak Rio, Wi!! Kak Rio! Dia senyum ke elo!" jawabnya lantang.
Segera kubekap mulutnya. Hal bodoh apa yang tengah terbesit di otanknya hingga berteriak selantang itu di hadapan umum!
"Dia lagi ada di gazebo depan kita!" bisikku tegas.
Gadis berkacamata itu hanya tersenyum tanpa arti. Kembali kufokoskan diriku pada sebuah novel yang berada  di tanaganku.
"Sumpah Wi! Dari tadi dia mandangin lo terus senyum-senyum gitu!" katanya ikut berbisik.
"Apa sih!"
"Liat aja sendiri!"
"Ogah!"
"Serah lo!" kata Gita membungkam mulutku.
Aku mendesah pelan. Kucoba untuk tidak menghiraukan ucapannya.
***
Jantungku seakan kehilangan denyutnya. Otot-ototnya serasa mengeras. Kaku. Tak mampu memompa sel-sel darah. Paru-paruku juga merasakan hal yang sama. Tak lagi bekerja. Nafasku tercekat di tenggorokan. Oh, ayol…