Skip to main content

Pelangi Semu -Story for The Night Prince #3

Rintik hujan masih saja menjadi panorama hariku. Alurnya yang selalu sama, masih saja mengajakku mengingat wajah rupawan dirinya. Aku mendesah pelan. Aku lelah dengan semua ini. Dengan ingatan tentang dirinya yang justru semakin nyata. Bayang dirinya hadir tiap aku memejamkan mata. Senyum hangatnya, terasa begitu nyata dan seolah ditujukannya kepadaku. Tiap sentuhannya....... tidak, itu bukan dirinya. Hanya sebuah angan tentang dirinya. Tapi mengapa? Mengapa semua terasa begitu nyata?

Aku lelah. Aku bosan. Aku mulai muak dengan semua ini. Kucoba untuk memejamkan mata. Meninggalkan segalanya. Namun tetap bayangan dirinya yang kudapati singgah di sana. Aku mendengus saat penggalan-penggalan kisah itu hadir. Saat pertama kali kisah itu tercipta, aku melupakan dirinya, hingga kini, aku kembali mengaguminya.

Baiklah, aku menyerah. Nampaknya penggal-penggal senyumnya tetap berusaha menyeruak ke dalam otakku. Baiklah, aku akan mengingatnya.

Mentari baru naik sepenggalan. Kulihat dia berjalan bersama kawan-kawannya dengan percakapan yang tak dapat kudengar. Aku hanya mengulun segurat senyuman dalam diam. Kulihat sepenggal senyum terbit dari bibirnya, tetapi itu bukan senyum yang kukenal. Ada sesuatu yang mengusikku di balik senyumannya. Senyumnya hari ini tak seindah bias tujuh warna pelangi. Hanya sebuah lekukan bibir tanpa arti. Entah apa penyebabnya. Yang jelas itu bukan senyum yang ingin kulihat.

***

Aku berselancar di internet saat nuraniku terusik untuk mencari tahu tentang dirinya. Beberapa kali kucoba untuk menahan hasrat itu, namun akhirnya aku menyerah. Kutelusuri tiap situs yang dapat memeberiku apa-apa yang kuinginkan. Aku tercekat saat mendapati sebuah kenyataan. Dan aku tak tahu apakah itu yang mengusik dirinya dan merubah senyumnya akhir-akhir ini. 

Tetapi segurat senyum justru terbit di bibirku. Aku bahkan tersentak mendapati diriku tersenyum. Bagaimana bisa aku tersenyum di atas duka yang meruang di hatinya? Aku merutuki diriku. Aku hanyalah seorang pegagum rahasia. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum, bukan melihatnya terluka.

***

Pandanganku fokus pada jalan raya yang kulintasi, namun pikiranku berkelana liar. Bahkan aku tak bisa melihat wajah pengendara lain. Hanya bayang dirinya yang tiba-tiba memenuhi seluruh rongga pikiranku. Tanpa tersadar aku menggumamkan sebuah kalimat yang mebuatku tercengang. 'Aku ingin berjumpa dengannya.' Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa aku menduganya.

Aku tersentak dan hampir tercengang. Tuhan mendengar apa yang kukatakan. Sebuah motor melesat di hadapanku dengan pengendaranya yang sangat kukenal. Pangeran Malam.

***

Kekasihmu tak mencintai dirimu sepenuh hati
Dia selalu pergi meninggalkan kau sendiri
Mengapa kau mempertahankan cinta pedih menyakitkan
Kau masih saja membutuhkan dia, membutuhkan dia

Kau harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
Kau harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

Kau tak pantas tuk disakiti
Kau pantas tuk dicintai
Bodohnya dia yang meninggalkanmu (meninggalkanmu)
Demi cinta yang tak pasti

Kau harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
Kau harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

-Terry 'Harusnya Kau Pilih Aku'-

***

Nuraniku berkata jika dirinya masih berpihak pada putri yang telah meninggalkannya. Aku hanya tersenyum samar. Hanya saja entah mengapa aku tak ingin berhenti mengaguminya. Meski nuraniku lelah, hatiku bosan. Terus-menerus menjadi pengagum rahasia yang tak diketahuinya.


Pengagum Bintang


Cerita sebelumnya baca di sini

Comments

  1. yang pertamanya kwan.... hehehee rangkaian kta yg indah...........

    ReplyDelete
  2. yah gue gagal pertamax T.T

    gue jadi bingung sama pangeran malam... dia pake kumis nggak sih? eaaaa. ada dua a=kandidat nih u,u *loh

    ReplyDelete
  3. ciececie CERITA pertamanya kemana ini ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu diklik aja yag bawah ._. atau cari aja judulnya 'The Truth -Story for The Night Prince #1'

      Delete
  4. jadi penasaran ama cerita no 1 nya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sih sebenernya bukan cerita bersambung :D hanya ungkapan hati

      Delete
  5. finding nemo, eh maksudnya finding first story..

    ReplyDelete
  6. gila saik abis kata katanya , puitis banget , gue ga bisa bikin kata kata sebagus itu ._.

    ReplyDelete
  7. ah belom seru.... u,u cerita awalnya dulu manaaaa :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sih bukan cerbung kak. Hanya ungkapan hati :)

      Delete
  8. Waah, bahasanya mbak , muantaaap

    kenapa gak jadi penulis aja ?

    salam kenal ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe karena saya belum tau gimana caranya mas wkwk :D

      Delete
  9. semakin ku menolak untuk menngoyangkan jari ini di keyboard, semakin ku beringas mencari semua tentang senyummu itu :)

    ReplyDelete
  10. cerita ini seperti melihat timeline facebook..hiiikk

    terkadang aku juga gitu,,,kikiki..
    masih mengharap biar dia sudah bukan milik aku..

    waaa ngomong apaan si jue

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe masa timeline facebook -_- wk

      Ya.. kak Jue cari yang lain aja ;) yang lebih cakep :D lebih setia {}

      Delete
  11. Ciyee nina bobo ku secret admirer juga:3 selamat menunggu ya cantik, menunggu ia yang kau idamkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak :') menunggu dirinya yang tak pernah tahu isi hati ini yang sebenarnya

      Delete
  12. Wah... ini jenis tulisan yang jarang ditemui, biasa menggunakan sajak dan cenderung seperti puisi dalam penggambaran ceritanya. Ajarin buat yang seperti ini donk, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe saya juga masih belajar :D
      Belajar bersama aja kakak :D

      Delete
  13. selayaknya bintang yang hanya bisa dikagumi dan tak mudah digapai,
    pantaslah menamai diri sebagai pengagum bintang :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia manusia bang -_- bukan bintang -_-
      Ya emang gue suka bintang :p setidaknya bukan karena efek jomblo karena gue bukan jomblo tapi single :p

      Delete
  14. aku bingung ingin bilang apa kak'
    menjadi pengagum rahasia itu bikin sakit gak kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Balik baju aja :p
      Sakit gak sakit tergantung individu masing2 :) gimana cara mereka untuk mengendalikan perasaannya :)

      Delete
  15. ternyata itu yang lo sebut pangeran malam.

    emang hati sama logika itu selalu ga sejalan, hati udah lelah logika masih aja mencari celah berharap dia menolehkan mukanya, meskipun cuma beberapa detik. Cukup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmm.. mungkin memang seperti itu.

      Hati dan logika tempatnya beda. Susah menyelaraskan keduanya bila seseorang sedang berhadapan dengan cinta :D

      Delete
  16. Pengagum rahasia pangeran malam yang menaiki motor :)

    ReplyDelete
  17. Selama bintang itu belum tahu.
    Kita bebas mengaguminya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengagumi itu Hak Asasi Manusia. Yang dikagumi tahu atau tidak, bukan suatu masalah.

      Delete
  18. cie yang lagi jadi pengagum rahasia dan suka stalking haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum itu dilarang... mengapa tidak!?

      Delete
    2. @nina : dilarang satpol PP

      @azim : elu TEPE2 ya sama nina haha

      Delete
    3. udah biasa lah, elu sirik aja nem... nina sama cowok ganteng kayak gua ya biasa aja tuh hahha

      Delete
  19. Makin banyak aja nih yang secret admirer :D

    Eh itu ada lagunya Terry..
    Mau aku nyanyiin?
    Gak?
    Oh, yaudah sih .__.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya *malumalu*

      Nyanyiin aja kalo mau. Asal jangan sampe ada gempa yang mengakibatkan tsunami *eh

      Delete
  20. berknjung sobat salam kenal'y. smoga sukses slalu buat anda di tunggu kunjung baliknya sob.

    ReplyDelete
  21. setlah mbak anisa sekarang mbak Nina.
    semakin banyak secre adimrer semakin baik hahahah
    berarti tandanya semakin banyak yang galau dan semakin banyak yang berusaha untuk move on.
    dan cara move yang terbaik adalah dengan seks bebas yang pernah saya tulis di postingan saya hahahahha
    ayolah mbak nina.

    move move..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang harus pake seks bebas? Emang siapa yang mau move on!

      Delete
  22. Ah lagi lagi cerita melankolis -_-
    Saya tidak terlalu nyambung tentang beginian.

    Tapi overall bagus kok .
    suka sama kata kata ini.
    "Pandanganku fokus pada jalan raya yang kulintasi, namun pikiranku berkelana liar. Bahkan aku tak bisa melihat wajah pengendara lain. Hanya bayang dirinya yang tiba-tiba memenuhi seluruh rongga pikiranku" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe -_- suasana hati ingin bercetita tentang hal seperti ini :)

      Makasih

      Delete
  23. pangeran malamnya naek motor kopling apa bebek ? wiiih ..
    eh tulisan km bagus looh , kenapa gak coba bikin buku aja :))
    pelan2 ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pangeran malamnya naik motor matic ka dotz -_-
      Maunya juga gitu tapi gue gatau caranya -______-

      Delete
  24. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  25. mw tanya nih jeng, mentari baru sepenggalan tu artinya pagi ato malam?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lihat dengan Hatimu Part 1

Lihat dengan Hatimu Part 1 By: Nina Kurnia Dewi
Gadis itu keluar dari mobilnya dan segera melangkah menuju area sekolahnya. Pintu gerbang utama berukuran 3X8 meter dengan tulisan “Welcome to Nusantara Raya International School” yang berada disudut atasnya menyambut gadis itu dengan diikuti oleh puluhan pasang mata yang seketika langsung memandangnya tepat setelah dia memasuki pintu gerbang. Alyssa Saufika Umari. Pemilik paras cantik dan tubuh yang ideal. Juga yang tak kalah penting, pemilik nama belakang Umari yang secara lugas menegaskan bahwa dia merupakan bagian dari klan Umari. Pemilik kerajaan bisnis ternama di negeri ini. Gadis paling dipuja se-NRIS itu melangkah ringan tanpa memperdulikan mereka yang memandangnya sedikitpun menuju kekelasnya yang terletak sejajar dengan pintu gerbang utama.                 “Pagi Fy!” Kata sebuah suara yang sudah tidak asing lagi ditelinganya ketika dia memasuki ruang kelasnya yang masih sepi penghuni itu.                 “Pagi juga Vin!” Balasnya sem…

Lihat dengan Hatimu Part 2

Lihat dengan Hatimu Part 2 By: Nina Kurnia Dewi
“Gimana Fy?” tanya Via kepada Ify yang baru saja datang dan duduk disebelahnya.                 “Gimana apanya?” kata Ify balik bertanya seraya memandang sahabatnya itu dengan ekor matanya sebelum akhirnya dia benar-benar menatap Via.                 “Dinner,” jawab Via datar.                 “Oh dinner! Eh, tapi kok lo bisa tau?” kata Ify dengan ekspresi linglungnya.                 “Kemarin lusa kan lo cerita sama gue!” kata Via yang mulai gemas dengan polah sahabatnya yang satu ini.                 “Oh iya gue lupa!” cengir Ify.                 “Tapi apanya yang gimana?” lanjut Ify.                 “Ada berita bagus?” tanya Via kembali mendatarkan ekspresinya. Ify tak menjawab. Dia hanya tersenyum. Namun rona merah dan binar-binar diwajahnya tidak bisa disembunyikan lagi.                 “Fy!” seru Via dengan nada cemas melihat lawan bicaranya tersenyum-senyum tanpa sebab. “Gue...” Ify menggantungkan kalimatnya. “Iya? Lo kenapa?” tanya Via penasar…

Lihat dengan Hatimu Part 6

Lihat dengan Hatimu Part 6 By: Nina Kurnia Dewi                 “Kok kamu pindah kesini Vin?” tanya Via kepada Alvin yang sudah duduk disampingnya.                 “Aku mana tega lihat kamu sendirian tiap hari,” jawab Alvin santai. Namun, ketegangan justru dirasakan Via. Berulang kali dia melirik kearah Ify yang tengah asyik bercanda dengan Gabriel.                 “Ify..” ujar Via lirih seraya menatap Alvin. Alvin menghela nafas dalam. Dia paham apa yang tengah dirasakan gadis itu.                 “Sampai kapan kita backstreet terus? Udah satu bulan lebih. Tak lama lagi dia pasti juga bakal tau,” kata Alvin setengah berbisik. Via menatap pemuda yang baru bulan lalu menjadi kekasihnya itu dengan pasrah.                 “Aku nggak mau melukai perasaannya lebih dalam lagi,” lirih Via. Alvin tersenyum datar.                 “Dia bahagia,” ujar Alvin seraya memandang Ify. Senyuman gadis itu kini telah kembali lagi setelah dua bulan yang lalu hampir menghilang.                 “Tapi kejadian dua bu…