Skip to main content

Quotes #1

If there ever comes a day when we can't be together, keep me in your heart. I'll stay there forever -Winnie the Pooh-


Someday everything will all make perfect sense. So, for now, laugh at the confusion, smile through the tears, and keep remunding yourself that everything happens for a reason.



Good friends are like stars. You don't always see them, but you know they're always there (old saying)




Sometimes I hide all my problems behind my smile.




I just do what I want. I don't care what people are saying.


Do what makes you happy. Be with who makes you smile. Laugh as much as your breathe. Love as long as you live.



Being happy doesn't mean everything's perfect. It means that you decided to look beyound the imperfections.




Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is, not to stop questioning. -Albert Einstein.



I'm just a girl, trying to find a place in this world...



I will wait for you. Until I have no more reason to wait anymore.

Comments

  1. lanjutt yuk buu huehehe good quotes :D

    ReplyDelete
  2. wiih gaul banget -_-
    gueh gak mudeng bahasa inggris ... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dateng ke sekolah gue aja kak. Kan lagi ada guru bule. Entar barter. Lo ajarin dia ngupil biar lo diajarin bahasa inggris -_- *sesat

      Delete
    2. gak aah .. gue suka minder kalo ketemu bule -_-

      ntar yang ada gue disuruh ngajarin ngupil terus malah si bule keasikan gak mau ngajarin bahasa inggris -_-

      Delete
    3. Yah gapapa. sekalian tanya bahasa inggrisnya upil apaan *eh

      Delete
  3. keren ya cuplikan-cuplikan kata-kata mutiaranya. jleb banget! :)

    ReplyDelete
  4. saya suka yg quote nya Albert Einstein :)
    Kalo yang bahasa Indoneisia kira-kira ada gak ya :P

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lihat dengan Hatimu Part 1

Lihat dengan Hatimu Part 1 By: Nina Kurnia Dewi
Gadis itu keluar dari mobilnya dan segera melangkah menuju area sekolahnya. Pintu gerbang utama berukuran 3X8 meter dengan tulisan “Welcome to Nusantara Raya International School” yang berada disudut atasnya menyambut gadis itu dengan diikuti oleh puluhan pasang mata yang seketika langsung memandangnya tepat setelah dia memasuki pintu gerbang. Alyssa Saufika Umari. Pemilik paras cantik dan tubuh yang ideal. Juga yang tak kalah penting, pemilik nama belakang Umari yang secara lugas menegaskan bahwa dia merupakan bagian dari klan Umari. Pemilik kerajaan bisnis ternama di negeri ini. Gadis paling dipuja se-NRIS itu melangkah ringan tanpa memperdulikan mereka yang memandangnya sedikitpun menuju kekelasnya yang terletak sejajar dengan pintu gerbang utama.                 “Pagi Fy!” Kata sebuah suara yang sudah tidak asing lagi ditelinganya ketika dia memasuki ruang kelasnya yang masih sepi penghuni itu.                 “Pagi juga Vin!” Balasnya sem…

Lihat dengan Hatimu Part 2

Lihat dengan Hatimu Part 2 By: Nina Kurnia Dewi
“Gimana Fy?” tanya Via kepada Ify yang baru saja datang dan duduk disebelahnya.                 “Gimana apanya?” kata Ify balik bertanya seraya memandang sahabatnya itu dengan ekor matanya sebelum akhirnya dia benar-benar menatap Via.                 “Dinner,” jawab Via datar.                 “Oh dinner! Eh, tapi kok lo bisa tau?” kata Ify dengan ekspresi linglungnya.                 “Kemarin lusa kan lo cerita sama gue!” kata Via yang mulai gemas dengan polah sahabatnya yang satu ini.                 “Oh iya gue lupa!” cengir Ify.                 “Tapi apanya yang gimana?” lanjut Ify.                 “Ada berita bagus?” tanya Via kembali mendatarkan ekspresinya. Ify tak menjawab. Dia hanya tersenyum. Namun rona merah dan binar-binar diwajahnya tidak bisa disembunyikan lagi.                 “Fy!” seru Via dengan nada cemas melihat lawan bicaranya tersenyum-senyum tanpa sebab. “Gue...” Ify menggantungkan kalimatnya. “Iya? Lo kenapa?” tanya Via penasar…

Lihat dengan Hatimu Part 6

Lihat dengan Hatimu Part 6 By: Nina Kurnia Dewi                 “Kok kamu pindah kesini Vin?” tanya Via kepada Alvin yang sudah duduk disampingnya.                 “Aku mana tega lihat kamu sendirian tiap hari,” jawab Alvin santai. Namun, ketegangan justru dirasakan Via. Berulang kali dia melirik kearah Ify yang tengah asyik bercanda dengan Gabriel.                 “Ify..” ujar Via lirih seraya menatap Alvin. Alvin menghela nafas dalam. Dia paham apa yang tengah dirasakan gadis itu.                 “Sampai kapan kita backstreet terus? Udah satu bulan lebih. Tak lama lagi dia pasti juga bakal tau,” kata Alvin setengah berbisik. Via menatap pemuda yang baru bulan lalu menjadi kekasihnya itu dengan pasrah.                 “Aku nggak mau melukai perasaannya lebih dalam lagi,” lirih Via. Alvin tersenyum datar.                 “Dia bahagia,” ujar Alvin seraya memandang Ify. Senyuman gadis itu kini telah kembali lagi setelah dua bulan yang lalu hampir menghilang.                 “Tapi kejadian dua bu…