Rabu, 11 Juli 2012

Pengagum Rahasia


Pengagum Rahasia
By: Nina Kurnia Dewi



Tiga puluh menit, dan aku masih saja duduk terpaku di sini, gazebo taman belakang sekolah. Seiring berhembusnya angin sore, sosok pemuda rupawan itu kembali hadir memenuhi seluruh rongga kepalaku. Menyisakan setetes kepedihan yang begitu kelam. Teramat menyesakkan.

"Wi!!" suara itu mengalun begitu saja. Membuyarkan anganku tentangnya.

"Eh, Gita? Ada apa?" tanyaku datar.

Gadis manis berkacamata itu duduk tepat di sampingku.

"Harusnya gue yang tanya ngapain lo di sini? Sendirian lagi!" katanya ketus.

Aku tersenyum tipis.

"Gak papa kok. Belom niat pulang aja,"

"Hah? Lo gila Wi? Udah jam lima ini Wi!!" serunya seraya menunjuk sebuah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Aku tak berkata. Hanya menanggapi celoteh gadis itu dengan senyuman samar.

"Lo mikirin dia lagi kan?"

"Dia siapa?" aku balik bertanya.

"Gak usah menafik Nona Dewi! Gue bukan bayi yang bisa lo tipu!" katanya sedikit membentak.

Aku diam. Hatiku membenarkan ucapan gadis manis yang sudah menjadi sahabatku sejak lima tahun lalu itu.

"Lo pengecut Wi!"

"Bukan urusan lo!"

"Jelas urusan gue! Lo pikir gue tahan melihat sahabat gue nahan rasa sakit gara-gara dia nggak mau ngugkapin apa yang ada di hatinya. Gara-gara dia cuma jadi pengagum rahasia di balik topeng dan nggak pernah mau menunjukkan wujud aslinya!" kata Gita panjang lebar.

Aku hanya diam. Tak menanggapi perkataannya.

"Dewi! Lo nggak bisa kayak gini terus," katanya memohon.

Hanya kutundukkan kepalaku. Memandangi ujung sepatuku yang nampak kotor.

"Dia harus tau Wi! Lo harus bilang ke dia!" ujar gita menggebu-gebu.

"Gue gak bisa!" sergahku cepat.

"Kenapa?"

"Menyalahi kodrat!"

"Nggak Wi! Ini wajar!"

"Wajar buat lo!"

"Gue nggak mau kehilangan lo Wi! Kehilangan senyum lo yang selalu bisa bikin gue bahagia," ratap Gita.

Aku terenyuh.

"Maaf Git," balasku singkat.

"Lo harus berani!"

"Itu kelemahan gue,"

"Kalo gitu lo harus buang rasa itu!"

"Yang itu juga," kataku seraya menatap mata sipitnya.

"Gita! Biarin gue mengikuti alur yang ditulis Tuhan. Gue percaya takdir Git. Gue mohon. Ini yang gue pilih. Maaf kalo gue ngecewain lo. Gue balik dulu," kataku mendiamkannya seraya beranjak dari hadapan gadis itu.

Kutinggalkan dia begitu saja di tempatnya. Tiap langkahku terasa begitu berat. Aku terus berjalan dalam diam, mengikuti alur cerita Tuhan.

***

Diam...
Tak berkata
Pasrah...
Menerima...
Tiap alur cerita yang dituliskan Tuhan

**

Rasa sesak mendiamkanku di sudut ruang pribadiku. Aku mendesah pelan. Selalu seperti ini tiap bayangan pemuda itu hadir. Lima tahun, sejak kali pertama aku menatap mata elangnya, hingga detik ini, aku masih menjadi pengagum rahasianya. Sungguh miris.

Aku membenarkan perkataan Gita kemarin sore. Aku memang pengecut. Aku memang hanya mampu mengaguminya di balik topeng. Mencuri tiap informasi tentangnya. Menyebut namanya dalam sujudku tiap lima waktu, tanpa pernah sekalipun dia mengetahuinya. Namun biarlah. Aku bahagia melakukannya. Meski tak hanya setetes air mata yang kujatuhkan.

***END***

13 komentar:

  1. muehehe sekuel dong kaka :P hehe
    cie dah, lo emang pinter nulis yang beginian-_-v
    cie dewi cie muehehe :$

    BalasHapus
  2. ya deh entar kalo ada ide ya kak -_-"
    kan emg style tiap org beda. gue bisanya nulis yang genrenya ginian ._.
    dewi!? -_-"

    BalasHapus
  3. wkwkwk iya gue tau kok. iyakan lo emang bakat kalo genrenya gini u,u iya dewi wkwkw

    BalasHapus
  4. haha bisa aja lo kak. bakat apaan juga? -_-"
    dewi kenapa!? (w`A`)w

    BalasHapus
  5. so nice dan penuh makna, salam kenal ya xD

    BalasHapus
  6. @ Pengagum Bintang tang tang tang : bakat jahat *eh! kan ngenes mulu kasian wk. dewi nama lo hhh-_-

    BalasHapus
  7. @alice YGK: salam kenal juga ;)

    @Awi Metalisa: gue ga bakat jahat *fitnah* ya terus napa kalo nama gue?

    BalasHapus
  8. Pengagum bintang tang tang tang : huuu nggak mau ngaku lo wakwak -_- ya kalo nama lo.... kode *eh!

    BalasHapus
  9. Awi Metalisa: Iya deh gue emang jahat #jleeeb -_- kalo kode kenapa? Kode apa? Kode ATM bukan? Kalo iya boleh kasih tau gak kode ATM lu berapa? -_-"

    BalasHapus
    Balasan
    1. kode ATM? adanya pin ATM kaliii :P

      Hapus
    2. lah biarin deh ngasal :p pentingkan kode -_- apaan dah ini maksudnya

      Hapus
    3. Hahaha kode yang buat dia belom tapi -_-

      Hapus

Back to Top