Book Review

Untitled Feeling — Syarifah Isnaini: Balada Cinta Segitiga

May 09, 2018

Source: Instagram @deeandbooks

Judul: Untitled Feeling
Penulis: Syarifah Isnaini
Penerbit: BitRead

[Sebelumnya, saya minta maaf apabila dalam review saya kali ini ada kata-kata yang kurang berkenan. Bagaimanapun, saya hanya menyampaikan pendapat saya sebagai pembaca dengan jujur.]

Blurb

Misako Ishida, seorang pegawai kantor biasa, hidup dengan sederhana dan pas-pasan di sebuah apartemen kecil. Misako bekerja di bagian administrasi akuntansi di sebuah perusahaan mebel. Di tempatnya bekerja, diam-diam senior sekaligus bosnya, Hirosi Hayata, ternyata menyukainya.

Sayangnya, Hirosi harus memendam cintanya yang penuh rasa cemburu saat mengetahui Misako sudah berpacaran dengan Seichiro Kitamura, seorang pria yang juga merupakan pegawai di kantornya.

Meskipun begitu, Hirosi tetap memberanikan diri memberikan perhatian sederhana untuk Misako, dan Seichiro mengetahuinya. Konflik antara kedua pria ini pun dimulai. Dirosi mendekati Misako dengan mengandalkan kekayaan, pesona, dan kebaikannya, sedangkan Seichiro hanya bermodalkan ketulusan dan cinta yang besar untuk Misako.

Lantas siapakah yang pada akhirnya berhasil meluluhkan hati Misako dan membawanya ke pelaminan?

Fisik Buku

Bagian cover sudah cukup menarik. Background putih dengan gambar muka tampak samping laki-laki dan perempuan dengan warna biru dan merah muda. Cukup menarik dan tidak plain. Hanya saya, penggunaan warna hitam untuk judul buku terkesan mematikan warna. Tapi, saya bukan tipe pembaca yang terlalu terpengaruh dengan cover buku—kecuali covernya benar-benar parah. Dan untuk cover Untitled Feeling ini, sudah cukup bagus bagi saya.

Ukuran buku standar, hanya lebih lebar dibanding novel-novel lain. Kertas, standar kertas novel. Saya hanya agak terganggu dengan spasinya yang terlalu lebar.

Alur dan Gaya Bahasa

Buku ini mengisahkan cinta segitiga antara Hirosi, Misako, dan Seichiro. Konflik ini sebenarnya klise, hanya saja akan menjadi sebuah cerita bagus apabila diolah dengan tepat. Saya tidak masalah dengan alur ceritanya. Bagian perkenalan, konflik, sampai eksekusi sudah cukup baik—meskipun menurut saya bisa lebih dikembangkan lagi. Alurnya sangat lambat. Sebenarnya tidak masalah apabila sesuai dengan time span. Tetapi, dalam novel ini, di satu sisi alur lambat dan di sisi lain ada beberapa kali time jump yang lumayan jauh—lama—sehingga beberapa kejadian penting tidak tergambar.

Gaya bahasa ringan. Tidak ada analogi berlebihan. Tidak ada majas-majas rumit bertebaran. Dan sebenarnya hal itu sangat tidak masalah. Tetapi akan lebih baik jika diksinya lebih variatif, sehingga tidak ada kata-kata sama yang diulang-ulang.

Setting dan Sudut Pandang

Untuk setting tempat, sudah tidak perlu diragukan lagi. Penulis adalah penggemar berat kebudayaan Jepang sehingga setting tempat bisa digambarkan dengan detail. Namun untuk setting waktu, saya rasa kata-kata seperti; pagi yang sibuk, malam menyambut, Sabtu di musim semi, dsb, tidak perlu ditulis secara explicit di awal scene baru. Bahkan untuk time jump pun, kata-kata pergantian waktu tersebut bisa diselipkan di antara narasi. Sehingga lebih rapi, lebih bagus, dan bisa mengajak pembaca untuk lebih teliti dalam membaca.

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu (cmiiw). Jujur, saya tidak terlalu menyukai sudut pandang ini, karena dalam satu scene bisa jadi ada beberapa sudut pandang. Kenapa saya tidak terlalu menyukainya? Karena kesan misterius masing-masing tokoh seringkali hilang, dan ya, sekedar kurang rapi menurut saya. Tapi, untuk hal ini, murni selera masing-masing orang ya. Karena saya pribadi lebih menyukai sudut pandang orang ketiga terbatas. Tetapi hal utama yang mengganggu saya di UF ini adalah terlalu banyaknya penggunaan kata ‘nya’. Akan lebih bagus jika diminimalisir.

Penokohan

Sorry to say, penokohannya menurut saya belum terlalu kuat. Terutama Hirosi. Di awal, dia tampak cuek dan terkesan sebagai bos yang menakutkan. Tetapi kemudian, dia bersikap sangat baik kepada anak buahnya.

Lalu Misako. Di awal, dia dikatakan dia tidak tahu tentang perasaan Hirosi—walaupun teman-temannya menggodanya. Namun di salah satu bagian, saat Seichiro bertanya pada Misako apa dia tahu tentang perasaan Hirosi, di sini dikatakan Misako sudah mengetahuinya. Nah, akan lebih baik jika kesenjangan-kesenjangan ini bisa dihindari.

Cinta dalam diam antara Hirosi dan Misako kurang begitu bisa saya rasakan. Mungkin karena konflik batin tiap-tiap tokoh yang saya rasa kurang dieksplor. Padahal jika bagian ini dikembangkan dengan sangat baik, bukan tidak mungkin pembaca akan terikat dengan tokoh-tokoh dan ceritanya.

Main activities dan side activities pun menurut saya harus lebih diperhatikan—dan dibedakan. Sah-sah saja untuk mendeskripsikan main activities—yang berhubungan langsung dengan cerita—dengan detail. Untuk side activities, akan lebih baik jika dideskripsikan hanya sekilas—sekedar mendukung cerita. Begitu juga dengan hal lainnya. Hal-hal yang menjadi sampingan, akan lebih baik jika dinarasikan sekilas. Narasi bisa diperbanyak pada perasaan masing-masing tokoh dan konflik batin mereka, sehingga tema yang diangkat bisa benar-benar hidup.

Kerapian Penulisan

Nah, poin paling penting pada sebuah buku bagi saya adalah kerapiannya. Gaya bahasa dan lain-lain, bisa dinomorduakan, tetapi kerapian penulisan adalah hal mutlak bin wajib bagi pembaca bermata manja seperti saya. Dan, saya sangat menyesal mengatakan typo dalam buku ini masih lumayan banyak. Ada penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Penggunaan koma yang kurang sehingga mengubah makna suatu kalimat. Saya bukan pembaca yang suka corat-coret buku. Bagian-bagian salah dan penting biasanya hanya saya tandai dengan sticky notes. Tetapi akan sangat panjang jika dikoreksi satu-satu di sini. Akan lebih baik jika kedepannya lebih diperbaiki lagi :)

Untuk Penulis

Sekali lagi saya minta maaf apabila dari tulisan saya ini, ada kata-kata yang kurang berkenan. Sebenarnya ide dari novel ini sudah sangat baik. Saya menulis ini bukan untuk menjatuhkan sebuah karya atau apa, hanya saya memang masih ada hal-hal yang harus diperbaiki, terutama tentang kerapian penulisannya. Terimakasih telah memberikan saya kesempatan mereview Untitled Feeling.

You Might Also Like

1 comments

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    ReplyDelete