Selasa, 07 Agustus 2012

Surat Dariku


Surat Dariku
By: Nina Kurnia Dewi


Hari keenam di awal Agustus 2012

Dari pengagummu yang pengecut....

Hai kau! Apa kabarmu? Baik bukan? Tentu saja kau baik. Gadis itu bersamamu saat ini. Benar bukan? Kau sedang bercanda dan bercengkrama dengannya? Kau sedang tersenyum bersamanya? Aku sudah menduganya.

Lalu bagaimaa kabar gadis yang sedang bersamamu? Aku bisa menjamin dia luar biasa baik. Kau tahu? Dia sudah lama memimpikan untuk bersanding denganmu. Dan kini mimpinya telah terwujud. Aku ikut tersenyum mengetahuinya.

Kau! Pemilik mata sipit dengan kulit putih! Dengarkan aku! Aku benci memohon. Namun kali ini, aku akan melakukannya.

Aku mohon padamu, pergilah dari hidupku. Ajak bayang-bayangmu menghilang ke ujung dunia. Aku tak ingin melihatmu lagi. Sudah cukup kau menggoreskan luka itu di hatiku! Sudah cukup kau membuatku berlinangan air mata! Sudah cukup kau membuatku merintih menahan rasa sakit!

Jangan beri harapan kepadaku jika kau tak akan pernah mewujudkannya. Jangan tersenyum dan bermanis-manis kepadaku jika bukan aku yang kau inginkan. Jangan memujiku atau meninggikanku jika kau ingin menjatuhkanku.

Pergilah kau...
Bersama dirinya.

Tertanda
Aku

4 komentar:

  1. Kau! Pemilik mata sipit dengan kulit putih! pas banget tuh kayak sipit hehehehe .-.v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha jangan2 waktu nulis ini lagi kena sipyterz syndrome wkwk

      Hapus
  2. Kasian banget kalo jadi "AKU".

    udah dikasih harapan malah ga ada realisasinya.
    itulah resiko jaid pengagum, harus bisa berbesar hati dan memperban luka sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitulah. Tapi yang kasih harapan harusnya juga tau diri. Mendingan gausah dikasih harapan.

      Hapus

Back to Top