Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

Sebuah Pengakuan

Dan dialah yang mengajariku hakikat ‘maaf’ dan ‘terimakasih’ yang sebenarnya.


Entahlah sudah berapa lama aku tak meneteskan air mata. Sensasi sesaknya sedikit asing bagiku saat ini. Hatiku terpilin. Aku ingin menangis. Namun air mata ini seperti mengering. Menguap. Dan rasa sesak itu menyeruak semakin dalam. Menggores dinding sanubari. Mengukir lara. Mengunci segenap indra.
Aku bisa melihat dia tersenyum di sana. Dan air mata ini memberontak, ingin keluar dari pesembunyiannya. Namun lagi-lagi seonggok karang menghadang alirannya. Dan aku terdiam di sini.
Kuadu jemariku dengan tuts laptop. Mengadukan apa yang kurasakan. Aku tak peduli diksi atau majas apa pun yang kugunaan. Aku hanya ingin bercerita tentang apa yang kurasa. Tentang dia, seorang wanita. Biarlah ini menjadi rajutan kata tanpa makna. Biarlah ini menjadi sebuah cerita yang sarat akan kehampaan. Karena alunan kalimat ini tak akan pernah mampu melukiskan kesucian jiwanya.
Wanita itu berdiri tegak di sana. Dengan segenap keyaki…