Jumat, 30 November 2012

Pelangi Semu -Story for The Night Prince #3

Rintik hujan masih saja menjadi panorama hariku. Alurnya yang selalu sama, masih saja mengajakku mengingat wajah rupawan dirinya. Aku mendesah pelan. Aku lelah dengan semua ini. Dengan ingatan tentang dirinya yang justru semakin nyata. Bayang dirinya hadir tiap aku memejamkan mata. Senyum hangatnya, terasa begitu nyata dan seolah ditujukannya kepadaku. Tiap sentuhannya....... tidak, itu bukan dirinya. Hanya sebuah angan tentang dirinya. Tapi mengapa? Mengapa semua terasa begitu nyata?

Aku lelah. Aku bosan. Aku mulai muak dengan semua ini. Kucoba untuk memejamkan mata. Meninggalkan segalanya. Namun tetap bayangan dirinya yang kudapati singgah di sana. Aku mendengus saat penggalan-penggalan kisah itu hadir. Saat pertama kali kisah itu tercipta, aku melupakan dirinya, hingga kini, aku kembali mengaguminya.

Baiklah, aku menyerah. Nampaknya penggal-penggal senyumnya tetap berusaha menyeruak ke dalam otakku. Baiklah, aku akan mengingatnya.

Mentari baru naik sepenggalan. Kulihat dia berjalan bersama kawan-kawannya dengan percakapan yang tak dapat kudengar. Aku hanya mengulun segurat senyuman dalam diam. Kulihat sepenggal senyum terbit dari bibirnya, tetapi itu bukan senyum yang kukenal. Ada sesuatu yang mengusikku di balik senyumannya. Senyumnya hari ini tak seindah bias tujuh warna pelangi. Hanya sebuah lekukan bibir tanpa arti. Entah apa penyebabnya. Yang jelas itu bukan senyum yang ingin kulihat.

***

Aku berselancar di internet saat nuraniku terusik untuk mencari tahu tentang dirinya. Beberapa kali kucoba untuk menahan hasrat itu, namun akhirnya aku menyerah. Kutelusuri tiap situs yang dapat memeberiku apa-apa yang kuinginkan. Aku tercekat saat mendapati sebuah kenyataan. Dan aku tak tahu apakah itu yang mengusik dirinya dan merubah senyumnya akhir-akhir ini. 

Tetapi segurat senyum justru terbit di bibirku. Aku bahkan tersentak mendapati diriku tersenyum. Bagaimana bisa aku tersenyum di atas duka yang meruang di hatinya? Aku merutuki diriku. Aku hanyalah seorang pegagum rahasia. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum, bukan melihatnya terluka.

***

Pandanganku fokus pada jalan raya yang kulintasi, namun pikiranku berkelana liar. Bahkan aku tak bisa melihat wajah pengendara lain. Hanya bayang dirinya yang tiba-tiba memenuhi seluruh rongga pikiranku. Tanpa tersadar aku menggumamkan sebuah kalimat yang mebuatku tercengang. 'Aku ingin berjumpa dengannya.' Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa aku menduganya.

Aku tersentak dan hampir tercengang. Tuhan mendengar apa yang kukatakan. Sebuah motor melesat di hadapanku dengan pengendaranya yang sangat kukenal. Pangeran Malam.

***

Kekasihmu tak mencintai dirimu sepenuh hati
Dia selalu pergi meninggalkan kau sendiri
Mengapa kau mempertahankan cinta pedih menyakitkan
Kau masih saja membutuhkan dia, membutuhkan dia

Kau harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
Kau harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

Kau tak pantas tuk disakiti
Kau pantas tuk dicintai
Bodohnya dia yang meninggalkanmu (meninggalkanmu)
Demi cinta yang tak pasti

Kau harusnya memilih aku
Yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
Kau harusnya memilih aku
Tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

-Terry 'Harusnya Kau Pilih Aku'-

***

Nuraniku berkata jika dirinya masih berpihak pada putri yang telah meninggalkannya. Aku hanya tersenyum samar. Hanya saja entah mengapa aku tak ingin berhenti mengaguminya. Meski nuraniku lelah, hatiku bosan. Terus-menerus menjadi pengagum rahasia yang tak diketahuinya.


Pengagum Bintang


Cerita sebelumnya baca di sini
Serpihan Cahaya Bintang>>

Minggu, 25 November 2012

Malam, Bintang, dan Hujan -Story for The Night Prince #2

Sebuah cerita dari pengagum bintang untuk pangeran malam di tengah rinai hujan......


Mega mendung perlahan mulai bergelayut di sisi-sisi langit, menepikan sinar matahari ke sisi lain. Butiran-butiran air turun dari singgasana terbesarnya. Mengusir kegersangan yang telah bersarang. Aku kembali menyibukkan diri dengan pena dan kertas. Mencari kata yang masih tersisa di otakku, merangkainya, sembari mendengarkan irama hujan yang mendamaikan berbaur dengan raungan mesin kendaraan yang lalu lalang.

Aku menyukai hujan. Namun, tak seperti aku mengagumi bintang. Karena nyatanya, terkadang kerap terdengar keluhan dari bibir ini kala hujan turun. Tak seperti bintang yang selalu membuatku tersenyum saat melihat kehadirannya.

Segurat senyum terbit di bibirku. Ketenangan yang disuguhkan hujan nampaknya ingin mengajakku singgah ke saat itu. Hujan ingin aku mengingatnya kembali. Kala aku tanpa sengaja menatap mata bening itu, dan senyumnya yang begitu menawan yang telah lama tak kupandang merekah di hadapanku. Jiwaku seakan terangkat. Beban yang menggelayuti pikiranku menguap entah kemana. Namun, hanya sesaat. Karena senyuman itu bukan untuk diriku.

Tetapi, entah bagaimana aku tak pernah kecewa kala melihat pelangi yang terbit di bibirnya, pun itu bukan untukku. Karena aku membutuhkannya. Meskipun aku tak berhak menikmatinya, karena orang lain yang memilikinya.

Aku tersenyum samar. Rasa sesak itu menyeruak tiba-tiba. Bagaimana mungkin aku mengagumi dan berharap pada seorang pangeran yang telah memiliki seorang putri dalam hatinya. Bahkan putri itu benar-benar sempurna dan aku tak akan sedikit pun bisa menyamainya.

Kuusap sebutir air yang terjatuh bebas di pipiku. Tak ingin menangisi hal serupa ini. Biarlah kisah ini mengalun tanpa air mata. Cukup dengan derai tawa. 

Untukmu Pangeran Malam, aku tak akan berharap lebih. Kehadiranmu di tiap mimpi di malam-malamku sudah lebih dari apa yang kuinginkan. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum. Sesederhana itu.

Pengagum Bintang 

Cerita sebelumnya baca di sini
Serpihan Cahaya Bintang>>

Jumat, 23 November 2012

The Truth -Story for The Night Prince #1

I'm still here. Waiting for you in the silence. Although I've known that you'll go on and never look me back even for awhile. I don't know why I wanna do it. I wonder why I can wait for you, hope that you'll see me here, whereas I know that you have a special person in your heart. Maybe this is the most foolish thing that I've ever done.

Waiting for you, without any reason. Just standing here and smile, or maybe exactly fake a smile. Hope that you'll look me and understand what I feel. Hope that one day, you will feel what I feel.

For me, look you every day from my side is a happiest moment. When I look your smile, I feel the world stop rotate. Hear your voice, can make me smile all day long.

For you, The Night Prince,
Did you know that my special feeling to you hasn't faded? Since I looked you at the first time until now. But, I never wanna you to know it. I'll bury this feeling in my deepest heart. I will lock my heart for everyone. And I'll open it, if you knock it. I'll keep my feeling to you. And please, let me admire you. Let me look you. Let me love you. And don't make me let you go.

If come the time, I won't ask you to do anything. Just look me here. 
Serpihan Cahaya Bintang>>

Sabtu, 17 November 2012

Hilang

Kupandangi lagi sosok itu. Semakin dalam, pesona itu kian memudar. Tak berbekas, bahkan meninggalkan kebencian yang memuakkan. Aku mengernyit. Mengingat-ingat lagi bagaimana caraku jatuh cinta kepada pemuda yang sekarang tampak menjijikkan di mataku itu.

Kulihat tangannya yang rapuh melepas kaca mata yang menutupi keburukan rupanya. Benda bodoh yang membuatku sempat jatuh hati kepada pemiliknya, tanpa memikirkan apa yang ada di dalam dirinya. Oh, bagaimana bisa? Bahkan sekarang dia benar-benar memuakkan. 

Bagaimana bisa dia melupakan semuanya? Lantas dianggap apa aku ini? Hanya karena sebuah kata yang terlontar dari bibir orang lain, dia mempercayainya begitu saja? 

Aku tersenyum miris. Yang kutahu hatiku tak lagi ada untukknya. Rasa itu mengering dan memudar.


-Untuk seorang pecundang
di seberang sana-
Serpihan Cahaya Bintang>>

Jumat, 16 November 2012

Ini Tentang Dia dan Hanya Dia

Ini tentang dia
Tentang sebuah pertemuan tak terduga
Mengubah jalanan berliku yang biasa kutapaki

Dia...
Beruntung aku memiliknya
Dia bagai lentera yang merangi langkahku dalam kekelaman
Dia bagai bintang di angkasa yang meneduhkan
Dia bagai rintik hujan di kegersangan

Dia.. dia.. dia..
Begitu dan teramat indah
Tak teraba namun sangat nyata

Dia dan hanya tentang dia
Dia yang kubanggakan
Dia yang memberiku keberanian

Hanya dia dan dia
Dia yang mengusir sepi yang perlahan merayap
Dia yang memberiku tempat untuk bersandar

Dia...
Dengan semua yang dimilikinya
Tak terkecuali mereka yang ada dalam dirinya





*satu abad kemudian*

*krik*

*krik*

*JROOOT* 

Hahaha XD itu puisinya bener-bener kaku, kacau balau -___- maaf maaf, udah lama gak mainan kata-kata jadinya kaku banget gitu, feelnya gak dapet, diksinya acak-acakan *sungkem* tapi masih nekat aja diposting T.T

*setelahnya bingung mau ngomong apa*

Oh iya iya lupa, pertama-tama, saya ucapkan maaf dan beribu maaf yang tiada terkira, karena blog ini saya terlantarkan, saya melalaikan tugas dari Blogger Energy untuk BW alias blog walking :( itu semua terjadi karena UTS yang beberapa minggu lalu bergelantungan lantas kemudian disusul dengan pulsa modem habis, dan sekarang pun yang saya gunakan adalah pulsa colongan #sesat *ditendang ke Gurun Sahara*

Di postingan kali ini, postingan pertama setelah si empunya menghilang berabad-abad karena dia rela dijadikan istri kedua Edward Anthony Masen Cullen tugas dan masalah pribadi yang menghadang, kita ber-kamu-aku aja ya? Kan kalo kamu-aku berarti kita pacaran *garing* *krik* *ditimpuk papan tulis*

Ya. Sesuai puisi di atas, ini memang tentang dia. Tentang dirinya yang baru saja kukenal, namun sanggup memberiku perubahan yang berarti. Jangan salah sangka tentang dia. Dia bukan siapa-siapa aku karena buktinya hingga detik ini aku masih aja jomblo SINGLE. Dia bukan siapa-siapa, namun dia begitu berarti. Dan mungkin aku gak bakalan rela kehilangan dia. Aku gak akan biarin dia hilang dari kehidupanku. Dialah Blogger Energy. Sebuah grup yang telah memberikan energi bagi para membernya. Sebuah grup yang rela *entah karena terpaksa, kasian, atau senang hati* menerima blogger newbie yang mengaku sebagai penulis amatir ini :') sebuah grup yang mengedepankan kreatifitas, dan selalu mengatakan TIDAK pada segala tulisan yang berbau COPAS atau kerap disebut PLAGIAT :D

Sebelum cerita gimana sampe gabung dan diterima di BE, mau cerita dulu asal mula tujuan buat blog ini. Awalnya cuma iseng. Pengen cari tempat galau yang aman. Karena saat buat blog itu, kata GALAU lagi marak banget diperdengarkan. Jadilah sebiah blog dengan template acak-acakan karena dulu masih buta HTML. Isinya juga cuma cerpen sama puisi. Tapi itu gak COPAS. Semua cerpen dan puisi yang bergelantungan di sini murni IDE PRIBADI gue.

Awalnya, blog ini bener-bener hening. Pokoknya tiap gue aku buka, serasa lagi mangkal di kuburan tengah malem -__- sepi banget. Yang komen paling-paling juga si pesek Memet B) itupun setelah dia punya blog baru. Gue aku juga gak ada niat buat gabung sama grup-grup blogger karena faktor males, takut, dan gak ngerti.

Sampe akhirnya, si Memet yang awalnya gak tertarik blogging, dia buat blog. Yang sempet bikin aku envy, dia masih awal-awal ngeblog, tapi visitornya udah bejibun minta ampun. Yang komen udah puluhan. Terus gue lirik blog gue, eh komentarnya cuma satu, dua, tiga #miris *nangis di jamban*

Waktu itu Memet udah gabung duluan di Blogger Energy, diajak sama kak edotz B) dan keadaan waktu itu serasa berbalik. Si Memet jadi asyik banget blogging, sementara gue aku gak ada energi buat ngeblog -_- bahka blog ini pernah aku tinggal dua bulan gak diurus, gak dimandiin, gak dicebokin -_-"

Aku sih sempet kepikir sejenak buat gabung sama BE, tapi gak jadi. Takut kalo gak diterima, takut dikacangin, takut ini-itu pokoknya. Apalagi Memet bilang ada anggota yang dikick. Terus kadang dia juga histeris bilang dikick padahal kagak -_-" jadi tambah takut akunya.

Dan pada suatu hari di tengah gelapnya malam tanpa cahaya bintang, aku memberanikan diri dan menanggalkan semua pakaian rasa takut untuk buka BE, ngarahin krusor ke kata gabung terus dipencet. Sempet gak pede, apalagi waktu baca ultimatum di foto sampulnya. Mau ngurungin niat, tapi gak jadi. Gak ada salahnya nyoba kan?

Waktu berdenting, mentari berganti rembulan, rembulan tenggelam di ufuk barat, mentari merayap perlahan menyusuri horizon timur, begitu seterusnya, gue aku nungguin di depan laptop sampe beberapa hari gak tidor, ternyata belom diterima. Nyali sempet ciut dan pengen ngebatalin buat gabung. Di tengah kegalauan yang merayap itu, Memet a.k.a Awi Melatisa bilang, "Tenang aja, entar kalo belom diterima gue bilangin kak edotz B)." Ya aku cuma mangut-mangut. Terus lupa kapan tepatnya, si Memet bilang kalo aku udah diterima. Seneng, haru, sedih, sampe takut.

Seneng, karena gue aku bisa dapet teman baru. Haru, karena gatau kenapa. Sedih, karena ngebayangin entar dikacangin terus gak dianggap. Takut, takut dikick gara-gara gak sengaja melanggar, takut sama adminnya yang tadi di twitter aku panggil maman, terus beliaunya gak terima :( keliatannya sangar padahal kocak, ya walaupun emang ada admin yang paling tegas dan kadang bikin merinding *eh*.

Semenjak saat itu, blog ini lumayan rame. Banyak energi positif yang masuk. Aku jadi semangat ngeblog, jadi semagat nulis. Apalagi waktu ada member BE yang udah nulis buku terus mau terbit. Envy sumpah, tapi gue aku jadi tambah semangat.

Dan aku beruntung banget bisa kenal sama Blogger Energy. Sempet pengen gabung ke grup lain, tapi gak jadi. Karena menurut aku, menurut aku ya, ingat, MENURUT AKU, grup seperti almamater yang aku junjung tinggi dan banggakan, dan di sini, grup itu ialah Blogger Energy. Seperti almamater. Aku gak mungkin punya dua almamater yang dibela dalam waktu yang bersamaan. Gak mungkin aku terdaftar sebagai siswa di dua *atau lebih* sekolah yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, seperti itulah kira-kira aku menggambarkannya. Makanya aku gak pengen lagi gabung ke grup lain. Cuma Blogger Energy B) satu-satunya di hati.

Di mata aku, BE bener-bener berharga :') membernya udah kayak keluarga sendiri, walaupun aku belom terlalu akrab sama mereka :D

Terimakasih buat Blogger Energy yang udah memberikan energi positif buat aku. Mulai dari power rangersnya dan semua membernya yang gak bisa disebutin satu-satu saking banyaknya. Eh, ngomongin power rangers, tadi siang, Memet sempet marah *eh* gak marah, cuma ngambek *eh* tapi tadi dia bilangnya marah, gara-gara aku frontal di twitter terus ketangkep kering basah sama ranger merah dan ranger hijau -___-" sorry Met, kidding doang *piss*

Sekian ya, udah panjang banget ini, kasian yang baca matanya pada keriting -_-

Tetep semangat semua \m/

Big thaks:
Photobucket
Serpihan Cahaya Bintang>>
Back to Top