Kamis, 18 Oktober 2012

Secercah Harapan Untuk PLN

Tak bisa dipungkiri, kehidupan manusia moderen saat ini tak pernah terlepas dari penggunaan listrik. PLN sebagai perusahaan penyedia energi  listrik tentunya sangat berperan penting dan berjasa. Berkembangnya teknologi di segala bidang tentunya juga berkat dukungan dari PLN. Karena hampir seluruh perangkat elektronik maupun perangkat komunikasi yang kini berkembang di masyarakat membutuhkan listrik sebagai energi utamanya.

Jika selama ini kita dimanjakan dengan berbagai kemajuan teknologi, misalnya, hanya di hadapan sebilah layar kaca kita bisa melihat dunia luar yang teramat luas. Hanya dalam hitungan menit, bahkan hanya dalam beberapa detik saja kita bisa bertukan kabar dengan sanak saudara, rekan, sahabat, maupun orang terspesial yang sedang tak berada di jangkauan mata kita. Lalu, dapatkah kita melakukan itu semua tanpa listrik? Tidak bukan? Lantas siapakah yang menyediakan listrik untuk kita? PLN.

Bisa kita bayangkan, seandainya hingga detik ini tidak ada yang menyediakan listrik untuk kita, dari manakah kita bisa mendapatkan informasi teraktual? Sedang itu biasanya kita dapatkan melalui media massa elektronik, dan media massa elektronik menggunakan listrik. Seandainya tidak ada listrik, mungkinkah kita bisa menggunakan handphone, laptop, komputer, televisi, radio, dll, yang semuanya menggunakan energi listrik agar bisa digunakan? Itulah mengapa PLN menjadi bagian penting dari hidup kita yang tidak boleh kita lupakan.

PLN sebagai penyedia jasa listrik tentunya selalu ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena kepuasan pelanggan menjadi tujuan utama perusahaan milik negara itu.

Saya pribadi sebagai pelanggan PLN, merasa senang atas komitmen PLN melayani masyarakat selama ini. Dan melalui tulisan saya kali ini, saya akan menyampaian setitik harapan saya untuk PLN.

  1. Pelayanan PLN yang saya rasakan slama ini sudah cukup baik. Namun alangkah lebih baiknya lagi bila pelayanan yang sudah baik itu terus ditingkatkan, sehingga PLN mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia.
  2. Harapan selanjutnya, hendaknya PLN semakin memeratakan ketersediaan listrik di Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui, di pelosok-pelosok negeri ini, masih banyak daerah yang belum terjamah listrik. Alasannya bermacam-macam. Salah satunya, karena lokasinya yang terisolir. Namun, walaupun itu merupakan daerah yang terisolir, di sana juga tumbuh bibit-bibit penerus bangsa. Lantas bagaimanakah nasib generasi muda yang ada di sana bila mereka tak bisa menikmati kemudahan menggunakan listrik. Bagaimanakah kondisi mereka di malam hari? Sedangkan saya saat terjadi pemadaman listrik, sehari saja katakanlah, saya sudah menyebutnya sebagai bencana. Saya pasti akan mengeluh. Dan jujur, saya tidak kuasa membayangkan mereka, para pelajar di daerah terisolir, yang selama ini hidup tanpa listrik. Bagaimanakah mereka bisa berkonsentrasi saat mengerjakan tigas di malam hari dengan penerangan seadanya? Apakah itu tidak akan mengganggu mereka? Saat gunungan harapan disematkan ibu pertiwi pada mereka dan mereka berusaha merealisasikannya, saat mimpi-mimpi mereka yang menjulang tinggi ke angkasa terucap lewat bibir-bibir mereka, haruskah itu semua kandas di tengah jalan bila tak ada fasilitas yang memadai untuk mengenyam ilmu pengetahuan? Dan setelah hamparan harapan itu kandas, mereka yang disalahkan karena dianggap sebagai beban bagi masyarakat. Bukankah ini hal yang memilukan? Oleh karena itu. Saya berharap agar PLN bisa memeratakan penggunaan listrik. Jadi listrik bukan menjadi barang mewah bagi mereka yang ada di pedalaman. Tanpa listrik pula, generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat yang ada di sana tidak akan tersentuh teknologi. Dan itu akan menjadikan mereka semakin tertinggal.
  3. Harapan yang ketiga dari saya. Bila di negara ini ada jamkesmas, bukankah lebih menggembirakan jika diadakan pula program jamlistis (Jaminan Listrik Gratis) bagi masyarakat yang kurang mampu? Sehingga mereka bisa mengalihfungsikan biaya yang mereka anggarkan untuk pembayaran listrik, untuk membiayai hal yang lebih vital. Seperti pendidikan anak-anaknya. Jika hal ini bisa terwujud, bukan tidak mungkin, kehidupan masyarakat Indonesia aka setaraf lebih makmur dari sekarang.
  4. Saya juga berharap jika PLN lebih giat dalam melakukan promosi hemat listrik. Karena sepengetahuan saya selama ini, hanya ada satu iklan hemat listrik di televisi dan itupun sangat jarang ditayangkan. Promosi hemat listri sangat diperlukan, karena selain akan menekan biaya yang dikeluarkan pengguna listrik, perilaku hemat listrik juga akan menekan jumlah energi listrik yang berubah bentuk menjadi energi yang tidak terlalu kita butuhkan. Seperti yang dikatakan azas kekekalan energi, bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tapi energi hanya dapat berubah bentuk. Tidak menutup kemungkinan bila suatu saat nanti energi listrik akan semakin berkurang karena berubah bentuk menjadi energi yang kurang dibutuhkan manusia bila manusia tidak memanfaatkannya sebijak mungkin.
  5. Sebagai negara yang berada dalam lingkaran khatulistiwa, tentunya Tuhan memberkahi kita dengan limpahan sinar matahari yang tidak terhingga. Alangkah sangat baiknya bila PLN mampu memanfaatkan energi matahari secara optimal. Karena sebatas pengetahuan saya, penggunaan energi matahari masih kurang populer.
  6. Harapan saya lagi, PLN boleh saja melakukan pemadaman listrik. Namun lebih baik jika sebelum pemadaman di lakukan, PLN memberitahuan perihal ini kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa bersiap-siap. Saat melakukan pemadaman, diharapkan tidak dilakukan saat jam kerja, atau pada pagi hari di mana aktivitas baru akan dimulai. Pemadaman listrik akan lebih baik bila dilakukan pada saat-saat yang tidak menganggu aktivitas masyarakat. Bila pemadaman listrik dilakukan saat jam kerja ataupun jam sekolah, maka para pekerja yang memanfaatkan listrik sebagai sumber energi utama akan merasa kesusahan, karena pekerjaan mereka hari itu terganggu. Para pelajar juga akan merana, karena mereka tidak akan bisa menikmati fasilitas AC, LCD, dan peralatan KBM lain yang menggunakan listrik.
Kiranya cukup sekian titik-titik harapan saya untuk PLN yang mampu saya tuliskan di sini. Semoga PLN mampu mengemban amanat, sebagai lembaga yang bebas dari KKN. Terus berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Karena PLN dan listrik, sudah menjadi bagian dari hidup kami yang tak terpisahkan.

Serpihan Cahaya Bintang>>

Selasa, 16 Oktober 2012

Pesona "Lagu Untuk Alawy"


Masih ingatkah kalian pada tragedi tawuran antara SMA 6 dan SMA 70 di daerah Bulungan, Jakarta beberapa waktu silam? Tragedi miris yang menjadi gambaran “kurang berhasilnya pendidikan di Indonesia.” Dan yang paling disayangkan dari kejadian itu, nyawa seorang pelajar SMA 6 yang tak bersalah, harus terlepas dari raganya. Lagi, dia adalah seorang yang dikenal baik dan berbakat. Satu generasi muda bangsa tumbang sia-sia. Dialah Alawy Yusianto Putra.  Kematiannya sangat disayangkan. Namun bagaimanapun juga, palu Tuhan telah diketukkan. Tangisan dari Ayah-Bundanya, sahabat serta teman-temannya, kekasih terakhirnya, bahkan ucapan maaf dari bibir pembunuhnya pun tak aka mampu mengembalikan nyawa Almarhum. Jasadnya telah kembali bersama bumi, terbujur kaku.

Nama Alawy semakin tersohor pasca kematiannya. Terlebih di dunia maya. Hal ini terbukti dari pengingkatan jumlah pengikutnya di jejaring sosial twitter yang sangat signifikan. Satu hal lagi yang sangat memilukan.

Kontroversi pun tercipta. Karena setelah kematian Alawy, rekan-rekan dan kekasihnya bak menjadi artis di dunia maya. Tak sedikit pengguna twitter nasional yang mengucapkan belasungkawa pada mereka. Pengikut mereka pun meningkat drastis.

Hari berganti hari. Mulailah bermunculan cercaan pada mereka, terutama pada kekasih terakhir Alawy –sekiranya begitulah kesimpulan yang kuperoleh setelah menguntit akun twitter-nya- beberapa di antara mereka menganggap jika momen kematian Alawy dimanfaatkan gadisnya untuk merenggut perhatian masyarakat dunia maya. Sebenarnya, mereka juga orang-orang yang menyayangi Alawy, walaupun mereka belum pernah bertemu maupun mengenal Alawy semasa dia hidup. Namun mereka pantas melakukannya pada orang yang juga tak menginginkan kematian Alawy? Enatahlah, biarkan nurani mereka yang menjawabnya.

Setidaknya aku pernah beberapa kali melihat kematian. Dan setiap itu, ayahku selalu berkata, “Banyak orang yang pada awalnya tegar saat malaikat maut melaksanakan perintah Tuhan untuk menjemput orang terdekatnya. Namun, makin lama mereka akan semakin merasa kehilangan.” Dan dari perkataan itu aku berpendapat, mungkin itulah yang tengah di rasakan kekasih Alawy.

Sejenak aku terdiam dan berpikir. Sebaik itukah sosok Alawy sehingga orang-orang yang mengenalnya, bahkan mereka yang belum pernah bertemu dan mengenal dia semasa dia hidup, tak segan-segan meneteskan air mata dan melantunkan untaian doa untuk Alawy? Bahkan berita di televisi, hingga hari ini masih saja ada yang membahas perihal kematian Alawy.

Seperti yang pernah kudengar dari uztadku, bahwa orang yang dekat dengan Allah, dan dia mencintai Allah melebihi apapun, maka Allah akan mencintainya. Dan bila Allah mencintainya, maka Dia akan membuat seluruh makhluk cinta kepada orang itu. Seperti Rosullullah atau pemuka agama lain, atau mungkin pahlawan proklamator kita, walaupun mereka telah tiada, namun nama mereka masih saja harum. Banyak orang yang berziarah ke makamnya, mengirim doa pada mereka. Dan aku melihat hal itu juga dialami Alawy. Setiap tetes air mata yang keluar dari orang yang berduka atas kematiannya, menggambarkan jika Alawy adalah orang baik dan berarti bagi mereka. Lalu, sebagai penghormatan untuk Alawy pula, AUTHORION, band Alawy, membuat sebuah lagu untuk Alawy yang berjudul “Lagu Untuk Alawy”

Ini liriknya...

Kehilangan Dirimu membuatku terdiam lemah tak berdaya
Sosokmu begitu berarti didalam kehidupan kita semua
Ku tak menyangka kau pergi begitu cepat
tinggalkan dunia...
Canda tawa kan selalu tersimpan di benakku ini.

Selamat jalan kawan kisahmu kan kukenang
dan biarkan semua kan jadi kenangan
yang terindah pernah kita lewati bersama..selamanyaaa

Kini sepi diriku
Tanpa hadir dirimu disetiap hariku
Tubuhmu diam terbujur kaku
Tak kuasa diriku melihat dirimu
Ku tak menyangka kau pergi begitu cepat tngglakn dunia
Canda tawamu kan selalu tersimpan di benakku ini

Selamat jalan kawan kisahmu kan kukenang
dan biarkan semua kan jadi kenangan
 yg terindah pernah kita lewati bersama.. selamanya.. selamanya...
   
Hamparan cita-cita yang diungkapkan harus terhenti ditengah jalan
Hanya semngatmulah yangg tersisa didalam sanubariku
Akan ku ikhlaskan kepergianmu dan doaku menyertaimu
Selamat jalan kawanku ALAWY YUSIANTO PUTRA

Selamat jalan kawan kisahmu kan kukenang
dan biarkan semua kan jadi kenangan
yg terindah pernah kita lewati bersama..
Selamat jalan kawan kisahmu kan kukenang
dan biarkan semua kan jadi kenangan
yg terindah pernah kita lewati bersama.. selamanya.. selamanya...

Mengaharukan. Itulah kesan pertamaku. Kala pertama kali mendengar lagu ini, rasa sesak mebahana di relung-relung hatiku. Dan, air mata ini tak bisa kutahan untuk tetap berada di tempatnya.

Saat mendengar lagu ini, aku ingat jika kematian selalu membanyagiku. Saat teringat kematian, aku ingat jika hanya Allah tempatku kembali nanti. Hanya Dia, Dzat Yang Maha Segala-galanya. Dan saat teringat kematian, selalu terbesit di benakku, apakah jika suatu saat nanti aku menghembuskan nafas terakhir, akan ada orang yang mengucurkan air mata? Adakah orang yang berduka? Ataukah senyum bahagia justru tercipta kala mereka kehilangan aku? Apakah mereka akan selalu mengenangku? Lalu apakah bekalku untuk menyambut Izroil? Sudah siapkah diriku jika dipanggil sewaktu-waktu? Dan saat-saat seperti itulah yang selalu membuat air mata ini luruh. Inilah yang kusebut Pesona “Lagu Untuk Alawy” liriknya selalu mengingatkanku akan kematian, dan selalu sukses, membuat diri ini berderai air mata :”)

Rest In Peace: Alawy Yusianto Putra (06 juni 1997 - 24 september 2012)


Serpihan Cahaya Bintang>>

Sabtu, 13 Oktober 2012

Berdiri Sendiri

Mereka menghilang. Tanpa jejak, tanpa bekas. Tak secuil pesan pun ditinggalkan. Sepi kembali merayap, menyusuri relung-relung malam. Kisi-kisi hati ini hanya mampu meratap, saat mereka, anak cucu Adam yang dipercaya untuk selalu ada di sini, pergi begitu saja. Serpihan luka itu kembali hadir. Mencuat tanpa diminta. Jiwa ini seakan kehilangan tempat berpijak. Terasa begitu rapuh dan tak berguna.

Lalu itukah makna dari mereka yang kita banggakan? Yang kita harapkan untuk selalu berdiri sembari mengulurkan tangannya saat kepelikan hidup menerjang? Pantaskah mereka pergi bagai hujan tanpa awan? Pantaskah mereka menghilag saat tak ada lagi kebaikan dari kita yang patut dibanggakan? Atau, lebih pantaskah jika mereka menghilang karena permata baru telah mereka temukan? Saat kita kehilangan cahaya untuk bersinar? Itukah makna kebersamaan yang selama ini diidamkan tiap insan?

Tak perlu kita bertanya pada mereka. Biarlah mereka kehilangan nurani. Biarlah permata baru itu menguasai jiwa raga meraka. Apakah kita masih harus tetap peduli pada mereka yang meninggalkan kita begitu saja? Yang masih bisa tertawa kala kita merintih? Ya. Kita tak boleh kehilangan nurani, sekalipun hati ini tercabik-cabik belati. Itu bukan kesalahan meraka. Justru salah kita yang terlalu bergantung pada mereka.

Siapapun. Orang tua, sahabat, teman dekat, pasangan, berhak pergi tanpa permisi. 

Saat itulah, kau harus belajar untuk berdiri sendiri. Tanpa siapapun disampingmu, selain Tuhan.

Serpihan Cahaya Bintang>>

NEO (National English Olympiad) 2012



Yap, hari ini gue mau cerita tentang NEO 2012 yang baru aja gue ikuti hari ini tepatnya tanggal 13 Oktober 2012 :O
Tapi sebelumnya, gue mau kasih tau dulu apa itu NEO.

NEO atau National English Olympiad adalah lomba Bahasa Inggris berskala Nasional yang diadakan setiap tahunnya oleh HJM Sastra Inggris 'Legato', yang tahun ini mengambil tema 'Let Your Creation Brust'. Nah, yang istimewa dari NEO tahun ini adalah, tahun ini merupakan tahun ke-10 diselenggarakannya NEO.

NEO ini dibagi dalam 2 babak, yaitu preliminary round dan final round. Preliminary round sendiri dibagi menjadi preliminary round 1 dan preliminary round 2. Untuk babak preliminary round, diselenggarakan di masing-masing rayon. Karena Tulungagung, kota tercinta gue, merupakan bagian dari Karisidenan Kediri, maka hari ini gue ngikutin lombanya di STAIN Kediri. Lalu, untuk final round diselenggarakan di UNM (Universitas Negeri Malang).

Nah untuk tahun ini, merupakan tahun kedua gue ikut NEO. Dan pastinya kali ini lebih semangat :D walaupun peserta dari RSMABI NEGERI 1 BOYOLANGU gak sebanyak tahun lalu :( tapi tetep semangaaaat :D

Persiapan udah cukup matang sih. Belajarnya gue fokuskan buat nambah kosa kata, kebetulan baru dibeliin kamus baru :D gak lupa juga buat berdoa. Minta sama yang Diatas biar gue dapet hasil yang terbaik. Karena emang tahun ini gue berambisi lolos ke final round di Malang. Seminggu sebelum lomba, gue rajin banget minta doa. Ke Bunda, adek laki-laki gue yang masih unyu-unyu :3, ke temen-temen juga. Gue sih berharap, semoga doa dari mereka bisa mempermudah jalan gue. Kan seru tuh kalo lolos ke Malang. Bisa jalan-jalan gratisan :P

Sebenernya kalo gak salah, sejak seminggu sebelom NEO dilaksanakan, ada bimbingan tambahan dari sekolah. Cuma, karena yang kasih bimbingan Mr. Alex, guru bule baru di sekolah gue yang gak bisa berbahasa Indonesia, gue jadi males ikutan. Lagian gak ada pembimbing yang bisa berbahasa Indonesia, entar kalo mau tanya-tanya jadi ribet. Guenya juga masih dong-dong :P jadi gue gak pernah ikut bimbingan. Gue putusin buat belajar sendiri haha (y)

Sehari sebelom berangkat ke Kediri, gue kumpul bentar sama anak-anak laen yang ikutan buat nyelesein administrasi. Terus hari ini, 13 Oktober 2012, gue harus bangun pagi soalnya sebelum jam 6 harus stand by di sekolah -_- tapi ternyata gue kesiangan. Jam 05.45 WIB gue baru berangkat, diatar ayah tercintah :* setelah minta doa restu sama bunda :* gue sih udah deg-degan, takut ketinggalan bis. Eh tapi ternyata molor. Kita berangkatnya jadi jam 06.40 WIB. Sampe di Kediri, masih ribet sama presensi. ID card juga belom dibagi. Sekitar setengah jam gue ngantri buat tanda tangan sekalian ngambil ID card, dapet nomor KDR037. Sampe akhirnya tepat jam 08.00 WIB gue masuk ke ruangan *lupa namnya apa. Sebut aja aula*.

Selang beberapa menit gue sama yang laen masuk ke aula itu, acara langsung dibuka. Dilanjutin TM 1 terus lombanya langsung dimulai. Nomor peserta KDR001 sampe KDR040 disuruh ngikutin panitia buat pindah ruangan. Gak tau dah nasib yang lain. Sekitar 90 menit gue ngerjain 60 soal berbahasa Inggris. Tepat pukul 10.40 WIB gue ninggalin ruangan itu dan kembali ke aula. Nah, tahun lalu nih, sebelom kita ngerjain soal, kita diajak nge-game dulu biar gak tegang. Terus habis ngerjain soal sambil nunggu pengumuman siapa yang lolos ke preliminary round 2 juga ada game. Ada hadiahnya juga. Tapi tahun ini gak ada game. Kita cuma disuruh nonton film. Jadinya agak boring :(

Habis makan dan sholat dzuhur, pukul 01.40, diumumkan siapa aja yang lolos ke preliminary round 2. Sumpah, tadi gue nervous banget waktu nunggu pengumuman. Jantung gue kek mau copot, untung gak jadi -_- dan akhirnya, nama gue ada dalam daftar 60 peserta yang lolos. Gue masih gak percaya. Gue suruh temen gue liat, itu nama gue apa bukan -_- setelah yakin, gue baru bisa bernafas lega. Gue segera sms ayah bunda yang di rumah, minta doa biar gue lolos ke Malang.

Setelah TM 2, preliminary round 2 langsung dimulai di aula itu juga. Gue agak sebel sih, soalnya di situ gak ada meja, terus gue juga gak bawa meja dada -_- akhirnya gue ngerjain di kursi depan gue yang kosong. Untung cuma disuruh nyilang. Setelah bergelut selama 60 menit dengan 40 soal, kepala gue puyeng banget. Ngantuk. Pengen langsung pulang. Tapi gue masih harus nunggu pengumuman siapa aja yang lolos ke final round di Malang.

Singkat cerita, setelah gue harap-harap cemas, akhirnya gue GAK LOLOS. Sempet sakit hati sih. Abisnya dari tahun lalu gue cuma bisa tembus preliminary round 2. Belom bisa lolos ke Malang. Tapi ya emang gimana lagi -_- segitulah kemampuan gue. Walau kecewa gue terima juga. Gue langsung sms Bunda.

Tadi sebelom pulang sempet mampir dulu di Kediri Town Square sekitar 1 jam lebih. Terus kita pulang.. sampe rumah, jam 19.30 WIB, gue gak langsung mandi. Padahal seharian tadi gak mandi -_- gue biarin Bunda gue nyium bau parfum campur keringat gue saat gue cerita ngalor-ngidul. Sampe akhirnya jam 19.45 WIB gue disuruh mandi. Selesai mandi, gue langsung ngidupin laptop. Niatan mau curcol di blog. Tapi sama Bunda disuruh sholat isya' dulu. Akhirnya gue sholat dulu deh hehe :D

Sebenernya waktu nulis ini juga gue masih capek :| tapi ya gapapa lah~

Makasih buat yang udah mau baca postingan gue ini :) sorry ya kalo gue belom bisa nulis yang puitis :|

Buat Bunda sama Ayah, maaf ya :( aku gak bisa lolos ke final round hari ini :( semoga kalian gak kecewa :( terimakasih buat doa, dan dukungannya :* kedepan aku akan lebih baik lagi :)

Makasih juga buat temen-temen yang udah doain :* love you all

Sumber data dan gambar: http://legato.um.ac.id/?page_id=249
Serpihan Cahaya Bintang>>

Kamis, 11 Oktober 2012

Writer Block?

Hai blogger, maaf gue udah lama gak muncul hehe XD

Postingan kali ini aja dibuat dengan imajinasi setinggi-tingginya biar bisa nganggep blog ini kek twitter. Soalnya, entah kenapa gue selalu pake bahasa metafora kalo nulis di blog -_-"

Ya sebenernya hari ini gue kepengen curcol~ #plaaak
Udah sekitar sebulan keknya gue gak bisa nulis *kalo gue ngomongin nulis di sini, yang gue maksud nulis cerpen ato sejenisnya ya -_-"* Bukan karena tangan gue ilang atau apa *astaghfirullah* tapi gara-gara otak gue yang ngilang *eh* maksudnya ide di otak gue yang ngilang.

Gak tau ada faktor apa, apa mungkin writer block? Atau gara-gara ini lagi musim ulangan?

Ya emang udah lama banget gak mainan kata-kata. Mainan twitter sama blog aja jadi jarang gara-gara ulangan bergelantungan di mana-mana. Tapi... kok masih sempet-sempetnya ada yang mainin hati gue *eh* udah ah males ngomongin masalah hati -_-"

Sebenernya, kalo dipaksa buat nulis sih masih bisa, tapi diksinya itu lho~ sebenernya juga gak masalah sama diksi. Tapi yang masalah hati gue *eh* maksudnya itu, gue gak pernah srek kalo nulis *cerpen ya* diksi dan majasnya itu langsung to the point. Bukan masalah besar sebenernya, cuma kan emang tipe tiap orang beda. Ada yang suka nulis langsung to the point dengan harapan biar yang baca langsung ngerti apa yang sedang dibacanya, ada juga yang suka pake diksi dan majas yang perumpamaan-perumpamaan gitu biar yang baca bisa berimajinasi dan berpikir. Jadi yang baca tulisan itu gak bakalan jadi pembaca yang "pemalas" karena dimanjakan dengan bahasa yang to the point.

Maaf dah kalo kata-kata di atas itu menyinggung. Tapi itulah opini gue. Dan gue harap pembaca blog ini bisa memahami apa yang gue pikirin. Gue yakin kalo mindset kita beda, tapi tolong dihargai ya :D

Terus lagi, sebenernya gue bingung apakan keadaan yang gue alami saat ini itu bisa dibilang writer block apa guenya yag lagi males :| yang gue tau saat ini, gue gak bisa nulis. 

Padahal ya, niatannya gue mau ngirim naskah novel ke salah satu penerbit, tapi....... ya berhubung gak ada ide buat nulis, mau gimana lagi -_- terpaksa deh keinginannya ditunda dulu. Lagian juga gak ada yang nyupport gue buat nulis *jleb* nyesek ya? :" tapi ya itulah realitanya.

Oke blogger, sekian dulu postingan gue kali ini. Ya, yang ini mungkin beda dari postingan biasanya karena gak ada bahasa puitisnya sama sekali :) 

Maaf kalo ada yang kurang berkenan sama postingan gue kali ini :)

Salam blogwalking \m/

Serpihan Cahaya Bintang>>
Back to Top