Jumat, 09 Desember 2011

Cukup Aku dan Kamu


Cukup Aku dan Kamu
By: Nina Kurnia Dewi

   Kembali kubuka lembar-lembar lusuhku. Berharap sisa selembar saja untuk guratan penaku. Kumulai lagi monologku yang sebenarnya hanya aku yang boleh tahu. Merenungi segalanya. Mengupas ingatanku dan merangkainya menjadi sebuah kata. Kata lugu yang bermakana (bagiku).
   Aku kembali terdiam dan merenungi segalanya. mengapa kisah ini harus ada? Kisahku dan dirimu yang memang lama kutunggu.... namun... ah, sudahlah. Lupakan semua. Itu akan lebih baik, daripada seorang pemilik hati terluka.
   Aku tersenyum hambar. Tak habis pikir bagaimana rona merah jambu itu turut tumbuh dihatiku? Sedang aku tak memintanya. Aku juga tak pernah menginginkannya. Dan aku juga tak memiliki alasan untuknya.
   Sejenak kuberpikir, sedikit meragu tentang dirimu. Apa rasa dihatimu benar adanya? Karena lisanmu tak pernah berkata. Namun aku kembali tersadar. Lisan terlalu hina tuk ungkap semua. Rasa itu. Karena hati yang menciptanya dan dia pula yang harus menyibaknya.
   Namun aku tak ingin kau melakukannya. Menyibak semua. Memetik ranum sakura yang tubuh dihati kita. belum saatnya untuk kita berdua. Jangan memaksa! Cukup diam dan berpura-pura jikalau kita tidak merasa. Rasa indah, namun kadang menyesakkan dada. Wajahmu terngiang dibenakku. Tak ada yang istimewa. Namun tatapanmu, terasa berbeda. Walau haya saling tatap tanpa kata, getaran itu tak jua sirna. Behkan kian membara. Membelenggu jiwaku yang mulai lara.
   Kadang aku berpikir, mengapa ada yang berbeda? Setelah kita mulai merasa? Mengapa tak seperti dulu? Atau mungkinkah ini garis takdir sang Maha Pencipta? Yang juga telah mencipta rasa itu dihati kita? tak perlu kau jawab.aku sudah mengetahuinya.
   Sebenarnya aku lelah. Berpura-pura dan berpura-pura. diam dan diam. Seperti tak saling kenal. Namun apa boleh dikata, kita harus berpura-pura. berpura-pura tidak merasa, walau rasa itu menggetarkan jiwa. Mencoba diam dan mengunci rasa itu dalam-dalam didasar sanubari. Jangan kau buang! Cukup kau simpan dalam-dalam. Hingga tak ada yang mengerti. Cukup aku dan kamu.
***END***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top